Agenda IMF di Bali

JAKARTA – Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) terus melakukan upaya promosi untuk menggenjot penjualan 60 paket wisata yang akan dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan acara pertemuan tahunan IMF-World Bank pada Oktober mendatang.

Ketua Asita Asnawi Bahari menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan 60 paket wisata yang menjual tujuh destinasi pariwisata pilihan, yaitu Bali, Labuan Bajo, Lombok, Banyuwangi, Borobudur, Danau Toba, dan Toraja. Upaya promosi paket wisata tersebut pun dilakukan bekerja sama dengan Kementrian Pariwisata dengan menggelar roadshow ke berbagai negara, salah satunya Amerika Serikat.

“Kemarin kami baru roadshow ke Washington DC. Kalau Pak Luhut [Menko Maritim] targetnya 20.000 orang, kalau saya cukup 15.000,” ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Menurutnya, penyelenggaraan acara berskala internasional tersebut akan berdampak positif bagi Indonesia. Pasalnya, penyelenggaraan acara yang berlangsung selama seminggu akan mendatangkan wisatawan mencanegara asal Amerika Serikat dan Eropa yang dikenal memiliki daya beli cukup besar.

Dia mengestimasikan, satu orang delegasi eksekutif IMF-World Bank mampu menghabiskan sekitar US$3.000 hingga US$4.000 untuk paket wisata dengan fasilitas bintang lima. Meski demikian, pihaknya mengatakan belum melakukan akumulasi penjualan paket wisata tersebut, yang selama ini diserahkan kepada cabang Asita dimasing-masing destinasi wisata tersebut.

“Saya perkirakan kurang dari US$5.000 per kepala spending-nya selama di Bali. Saya coba evaluasi [penjualannya] setiap bulan, masih ada enam bulan lagi [menuju acara],” ujarnya.

 

TARGET BALI

Sementara itu, Bali menargetkan penjualan paket wisata kepada setidaknya 5.000 delegasi IMF-World Bank, atau mencapai 25% dari total jumlah delegasi yang diperkirakan akan menghadiri acara tersebut pada Oktober mendatang.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali Ketut Ardana menjelaskan, dari total 60 paket yang disiapkan, sebanyak 33 di antaranya merupakan paket wisata di Bali. Sejauh ini dia mengatakan terdapat tujuh biro wisata Bali yang mulai mempromosikan paket tersebut.

“Dari 20.000 peserta rombongan IMF, kalau 5.000 saja yang beli kan sudah cukup bagus. Mereka mungkin banyak yang konsentrasi di meeting atau untuk rileks saja di hotel,” ujarnya.

Dia menyatakan, sebanyak tujuh biro wisata di Bali telah terdaftar sebagai penyelenggara paket wisata tersebut. Beberapa di antaranya yaitu Panorama Tours, Jetwings Bali, Probali Tour, Terimakasih Indonesia Tour and Travel, Tour East Indonesia, Plataran Indonesia, Sea Safari Cruises.

Menurutnya, paket wisata yang ditawarkan menjangkau hampir seluruh wilayah Bali. Selain menawarkan keindahan alam, pihaknya juga akan menawarkan kekayaan adat dan budaya Bali dalam paket wisata, seperti mengunjungi desa wisata, atraksi ritual Bali, dan sebagainya.

Deputi bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata II Kementrian Pariwisata, Nia Niscaya mengatakan bahwa pihaknya telah mengadakan rapat koordinasi dengan Kementrian Koordinator Kemaritiman terkait pematangan paket wisata Banyuwangi untuk ditawarkan dalam IMF-World Bank. Untuk Banyuwangi, ujarnya. Pihaknya menyiapkan dua paket yaitu Blue Fire Package untuk dua hari satu malam dan Red Island Package untuk 3 hari 2 malam.

Menurutnya, harga paket wisata Blue Fire Package dengan durasi 2 hari 1 malam ditetapkan US$ 350 untuk meeting point Bali dan US$ 300 untuk meeting point Banyuwangi. Sementara paket wisata Red Island Package dengan durasi 3 hari 2 malam dengan harga US$516 untuk meeting point Bali dan US$466 untuk meeting point Banyuwangi dengan minimum pembelian 5 pax. (Deandra Syarizka)

 

Sumber: Bisnis-Indonesia.27-Maret-2018.Hal_.26