
Kulit wajah berminyak menjadi masalah bagi banyak orang. Itu dapat diatasi dengan perawatan dari luar dan asupan nutrisi yang cukup.
Memiliki kulit wajah berminyak, memang jadi masalah bagi Shinta (23), warga Sukolilo. Betapa tidak, meski dia bekerja d dalam ruangan namun minimal dua kali sehari wajahnya harus selalu dibersihkan dengan pembersih wajah. Jika tidak, kulit wajahnya berkilau karena berminyak.
“Area yang berminyak terutama di sekitar hidung dan pipi. Area ini juga sering berminyak ketika suhu lebih lembab atau udaranya berdebu,” paparnya.
Menurut perempuan berkacamata ini perawatan wajah pada kulit berminyak memang harus lebih ekstra dibandingkan dengan jenis makanan yang dikonsumsi juga dinilainya berpengaruh pada produksi minyak pada kulit dan membuat muncul jerawat.
“Saya memang menghindaru jenis kacang-kacangan dan gorengan, karena bisa membuat tambah berjerawat swkaligus mengurangi kelenturan kulit,” urainya.
Syukriya Alkatiri, Direktur Operasional Herbs Spa Surabaya menjelaskan, jerawat pada wajah menjadi persoalan. Selain menganggu penampilan, adanya jerawat juga mengurangi kehalusan kulit wajah.
“Jerawat permukaan kulit, banyak folikel rambut atau pori-pori yang jadi saluran kelenjar lemak. Ketika ada kotoran di permukaan kulit, maka pori-pori itu bisa terjadi sumbatan.
Ada penumpukan minyak dalam kulit, sehingga membuat koloni bakteri jerawat mampu tumbuh dan berkembang. Itu dapat menyebabkan terbentuknya komedo putih dan hitam. Keseluruhan proses itu akan menyembabkan peradangan, sehingga menimbulkan jerawat.
“Jerawat ini mudah muncul pada orang yang kulitnya berminyak dan yang mudah stres,” katanya. Dari sisi nutrisi, Eko Dwi Martini, ahli gizi Graha Amerta RSU Dr Soetomo menjelaskan, permsalahan kulit wajah berminyak tak lepas dari buntunya saluran atau pori, sehingga kotoran tak bisa keluar. Jika ini dibiarkan, maka ini akan meradang dan menjadi jerawat.
“Kulit berminyak memang mudah kena jerawat, sehingga harus intens merawat wajah,” paparnya.
Dia menegaskan semua jenis kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang merah, edaname, almond, dan kenari tidak menyebabkan kulit jadi berjerawat. Malaj sebliknya, makan kacang-kacangan itu bisa meremajakan kulit karena kandungan zinc, selenium, mangan dan ferrum.
Yang perlu diperhatikan adalah cara mengolah kacang-kacangan. Jika diolah dengan tepat, kandungan nutrisinya justru bisa menjaga kelenturan kulit dan tak bisa menimbulkan jerawat.
“Cara mengolah yang benar adalah dengan dioven atau direbus. Yang harus dihindari jika kacang dogoreng dengan minyak. Itu karean minyak yang masuk dalam tubuh bisa merusak jaringan kulit dan hidrasi kulit berkurang,” terangnya.
Cara memasak makanan yang benar juga berlaku pada daging hewani dan ikan. Untuk daging hewan, lebih baik diolah dengan cara direbus dna bukan digoreng.
Begitu pula dengan ikan. Sebaiknya ikan direbus supaya kandungan penting seperti asam lemak omega 3 tetap terjaga. Kandungan itu snagat efektif mengurangi peradangan kulit atau jerawat.
“Konsumsi susu rendak lemak juga baik untuk mencegah kulit wajah makin berminyak,” ujarnya.
Lalu untuk sayur-sayuran, secara umm semua jenisnya bisa dikonsumsi untuk mencegah kenstipasi dan gangguan percernaan. Jika gangguan perncernaan ditekan, maka sisa metanolisme juga sangat sedikit dan kotoran pada kulit juga berkurang. Mentimun memiliki antioksidan tinggi dan mengeliminasi toksin pada kulit.
“Yang harus dihindari jika kacang digoreng dengan minyak. Itu karena minyak yang masuk dalam tubuh bisa merusak jaringan kulit dan hidrasi kulit berkurang.” SYUKRIYA ALKATIRI Direktur Operasional Herbs Spa Surabaya.
Sumber: Surya_.19-Maret-2018.Hal_.13
