Atasi Pengangguran SMK, Dekranasda Jatim dan UC Surabaya Genjot 38 Sekolah Jadi Fashionpreneur
13 November 2025
Surabaya (beritajatim.com) – Angka pengangguran lulusan SMK yang masih tertinggi di Indonesia direspon cepat oleh Dekranasda Jawa Timur (Jatim) dan Universitas Ciputra (UC) Surabaya.
Keduanya berkolaborasi menggembleng siswa dan guru dari 38 SMK se-Jatim untuk menjadi fashionpreneur. Fokusnya, mengubah mindset lulusan SMK dari pencari kerja menjadi pencipta peluang usaha.
Caranya, dengan membekali mereka keterampilan mengolah wastra daerah menjadi produk ready-to-wear yang memiliki nilai jual tinggi.
Ketua Dekranasda Jatim, Arumi Bachsin Emil Dardak menegaskan program ini dirancang untuk menggerakkan ekonomi daerah lewat kreativitas anak muda. Ia menunjuk langsung Program Studi Fashion Design and Business (FDB) UC Surabaya untuk misi ini.
“Peserta harus percaya diri dengan identitas daerahnya. Tampilkan signature style, angkat potensi ekonomi lokal melalui karya,” ujar Arumi ditulis Kamis (13/11/2025).
Pelatihan intensif ini digelar selama enam hari, 7-12 November 2025, dengan menggabungkan metode daring dan praktik langsung. Materi pelatihan difokuskan pada desain aplikatif dan strategi bisnis.
Para peserta dibekali cara membuat moodboard, riset tren pasar, sketsa teknikal, hingga aplikasi creative fabric seperti plisket dan smocking pada wastra lokal.
Langkah kolaborasi ini dinilai krusial. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan SMK masih menjadi yang tertinggi di Indonesia, yakni 8,6 persen.
Salah satu penyebab utamanya adalah kurikulum vokasi yang belum sepenuhnya selaras (link and match) dengan tuntutan industri kreatif.
Dosen FDB UC Surabaya, Fabio Ricardo Toreh menyebut fokus pelatihan ini adalah komersialisasi budaya. “Desain yang baik bukan hanya indah, tapi juga hidup di pasar,” jelas Fabio.
Menurutnya, ketika batik atau wastra lain diolah dengan estetika modern, hasilnya bukan sekadar busana. “Itu adalah narasi budaya yang bernilai ekonomi,” tambahnya.
Antusiasme peserta terlihat jelas. Berlian Susanti Putri, siswi SMKN 8 Surabaya mengakui tantangan program ini sangat tinggi.
“Luar biasa. Kami ditantang membuat kostum batik hanya dalam dua hari dengan paduan warna dan desain apik. Mentor UC sangat membantu. Saya jadi terinspirasi menciptakan ide baru yang punya daya jual,” akunya.
Program ini sukses memamerkan 38 wastra unik dari seluruh kabupaten/kota di Jatim. Diharapkan, para siswa ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di daerahnya masing-masing. [ipl/aje]

