Jakarta – Glamor, elegan, dan cantik. Itulah kesan yang tertangkap saat menyaksikan deretan koloksi Alleria batik yang dipamerkan mealalui show yang bertajuk lLa Femme de Fleurs di Ballroom Hotel Mulia Senayan Rabu malam (15/10). Alleria tidak hanya menghadirkan batik yang berbahan dasar kain katun atau sutra. Mereka berani membatik di bahan velvet yang berbulu halus atau jacguard yang kaku.
Creative Director Alleria batik Anita Asmaya Senin menyatakan, torehan motif batik dilakukan dengan cara konvensional, yakni menggunakan canting. Memang, prosesnya lebih sulit dan memakan waktu lebih lama. Tingkat kesulitannya pun tinggi sekali. “Untuk mempersiapkannya, kami butuh setahun, mulai konsep higga finishing. Memang lama karen proses produksinya cukup sulit,” jelasnya.
Alleria memilih material unik itu untuk memberikan kesan maskulin. Anita yakin busana-busana yang berkesan makulin akan menjadi tren pada 2015-0216. Sentuhan feminin motif batik dan permainan cutting berpadu manis dengan material maskulin. Hasilnya adalah sekitar seratus busana yang istimewa. Semuanya diparadekan dalam lima squence yang memiliki tema masing-masing. (and/oni/c23/any)
Sumber: Jawa-Pos, Jumat 17 Oktober 2014

