Properti berisiko untuk Milenial, Crypto bagi Boomer SURABAYA- beberapa tahun terakhir, anak-anak muda mulai menggemari investasi, lewat investasi mereka bisa mendapatkan pemasukan pasif tanpa perlu berkeringat. Meski terbilang gampang, investasi juga menyimpan risiko yang selalu mengintai
“Makin banyak kita tahu, kita belajar, makin kecil risikonya,” ujar Raymond Chin, CEO Ternak Uang, kemarin (1/9)
Saat ini instrumen investasi makin beragam. Bukan hanya saham, banyak juga anak muda yang menggeluti cryptocurrency.” Mungkin, kalau bicara dengan generasi orang tua, bentuk investasi itu ya properti atau emas. Nggak cocok dengan kondisi kita,” katanya dalam talk show O-Week di Ciputra World kemarin.
Investasi properti bisa jadi memiliki risiko yang tinggi bagi generasi milenial hingga gen Z. Sebaliknya, investasi cryptocurrency hingga saham juga bisa berisiko tinggi generasi babyboomers.
Karena itu, literasi keuangan dan pembelajran digiral menjadi bekal wajib sebelum berinvestasi. Tidak terbatas pada usia dan tingkat pendidikan seseorang. “Pengenalan dulu. Ada investasi yang konvensional seperti emas, moderat, hingga agresif seperti cryptocurrency,” jelasnya.
Mengenal keamanan investasi juga dibutuhkan. Sebab, kini banyak investasi abal-abal. Karena itu, pengawasan OJK membuat investasi lebih terpercaya. Sebelum menaruh tabungan , pastikan lembaga pengelola memang memiliki izin yang jelas. Yang tidak kalah penting, pahami cara bekerja perputaran uang di dalamnya.

