AWALNYA Bercita-cita jadi polwan. Tapi kini malah berjualan. Barang dagangannya lumayan jarang pula. Yakni karangan kembang kekinian. Untuk pernikahan, seserahan, wisuda, ulangtahun, hingga anniversary. Cantik-cantik. Dan laku keras. Meski berbasis di Gresik, konsumennya tersebar di berbagai kota.
Itulah kisah Rahmi Hidayah, alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra. Dia membagikan perjalanan sebagai pengusaha bunga sukses dalam event Euphorade 2.0 di atrium Ciputra World Surabaya, Kamis, 6 Oktober. Event tersebut digagas oleh UC Fambus Community. Untuk memperingati hari jadi Universitas Ciputra (UC) yang ke-16.
“Latar belakang saya orang biasa. Cita-cita saya dulu jadi polwan,” cerita Rahmi di hadapan adik-adik kelas dia dari kelas Entrepeneur Universitas Ciputra. Dia sempat rehat setahun setelah lulus SMA. Baru kemudian melanjutkan kuliah setelahh mendapatkan beasiswa penuh dari Universitas Ciputra.
Menurut dia, waktu dari Tuhan selalu yang terbaik. Sebelum masuk UC, Rahmi telah menjadi pembicara berkat usaha ARE Flower. Dulu, bisnis Rahmi berfokus pad abaju, jam, dan aksesori perempuan lainnya. Dalam prosesnya, dia banying setir ke bunga karena lebih menguntungkan. “Saya menikmati setiap prosesnya,” jelas Rahmi.
Meski enjoy, bukan berarti Rahmi menjalankan bisnis dengan santai. Kalau ada hal penting yang ingin dia bagi buat para calon pengusaha: itu adalah prinsip segera kerjakan. Jangan pernah menunda. Kalau punya ide bisnis, segera eksekusi. Kalau punya ide kolaborasi, segera laksanakan. Jangan ditunda-tunda. Jangan cari-cari alasan melulu.
Rahmi mengakui, dalam bisnis, cuan memang penting. Dengan memiliki uang, seorang pengusaha bis ammebanti orang lain. Namun menurut dia, bisnis harus berguna bagi banyak orang. Sebagai entrepreneur, perannya sebagai sociopreneur juga harus dijalankan dengan baik. “Di sebagian harta kita itu ada hak orang lain lho,” dia berpesan.
Dari toko online kecil, kini usaha Rahmi sudah berkembang. Untuk mencapai itu, dia menanamkan prinsip totalitas. “Kalau punya bisnis, aku enggak mau setengah-setengah,” tegas dia. “Cintai apa yang temen-temen kerjakan sekarang. Membangun bisnis itu lebih mudah daripada mempertahankan,” tambah dia.
Euphorade 2.0 dibuka kemarin, dan bakal berlangsung sampai Minggu, 9 Oktober 2022 nanti. Digeber di dua atrium Ciputra World Surabaya sekaligus. Yang dibagi menjadi Hall of Business dan Hall of Entertaiment. Masing-masing hall akan menampilkan acara yang berbeda-beda. Bisnis dan Hiburan.
Rnagkaian acara yang diadakan, antara lain kompetsi Mobile Legends, kompetisi Business Plan, aneka talks how, lomba menyanyi untuk anak-anak, modeling, serta business seped dating. Hari pertama kemarin sudah ramai. Karena digelar penyisihan Mobile Legends dan Business Plan.
Pertandingan Mobile Legend diikutu oleh banyak tim, dari jenjang SMA hingga mahasiswa. Tadi malam, rangkaian laga sudah digelar hingga mencapai semifinal. Finalnya diadakan hari ini, Jumat 7 Oktober 2022. Pesertanya bukan hanya tim E-sport. Tapi ad ajuga individu atau kelompok dari sekolah.
Sedangkan kimpetisi Business Plan diikuti oleh siswi-siswi SMA. Pada hari kedua nanti, giliran peserta dari jenjang universitas yang bakal unjuk ide usaha. Selain kompetisi, Euphorade 2.0 ini mendatangkan sekitar 70 tentant, baik makanan dan minuman, juga beberapa usaha yang dimiliki oleh anggota UC Fambus Community sendiri. (Retna Christa-Sarah Adelia-Anggun Cipta)

