Belajar dari Tetangga Menjaring Wisatawan. Kompas.12 November 2014.Hal.17

Singapura merupakan salah satu negara terdepan untuk urusan industri pariwisata, terutama di bidang meeting, incentive, conventions, exhibition (MICE). Hal ini menimbulkan rasa penasaran mengapa negara itu bisa menjadi pemimpin di industri pariwisata? Apa yang mereka miliki? Mereka tidak mempunyai gunung yang tinggi yang selalu berkabut. Mereka juga tak punya air terjun, danau yang membiru, dan sebagainya. Akan tetapi, mengapa banyak orang datang ke sana?

Singapura memang tidak punya kekayaan alam. Mereka sadar, hanya di sektor jasa mereka bisa mendapatkan devisa. Singapura ingin menggarap bidang pariwisata yang juga bisa mendatangkan devisa besar. Namun, pariwisata yang berkaitan dengan MICE yang harus digarap, bukan wisata alam.

Fokus pada MICE merupakan pilihan yang cerdik. Uang yang dibelanjakan wisatawan MICE bisa tiga kali lipat dibandingkan pelancong biasa. Menurut Singapore Tourism Board, jumlah kunjungan wisatawan internasional ke Singapura pada tahun 2013 mencapai 15,6 juta, naik 7,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah pembelanjaan turis mancanegara ini mencapai 23,5 miliar dollar AS, atau naik 1,7 persen dibandingkan tahun 2012.

Sekarang, bandingkan dengan jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Indonesia. Pada tahun 2013, wisatawan asing yang ke Indonesia mencapai 8,8 juta orang atau tumbuh 9,42 persen dibandingkan tahun 2012. Jumlah devisa yang dihasilkan 10,05 miliar dollar AS.

Menilik perbandingan itu, pertanyaan berikutnya mengemuka. Jika Singapura tidak mempunya kekayaan alam dan budaya lokal, apa yang membuat Singapura maju dalam pariwisata, terutama MICE ?

Pada tahun 2013, Singapura kedatangan 3,5 juta pengunjung bisnis. Mereka menghabiskan 4,4 miliar dollar AS. Saat itu, Singapura mengadakan 12 kongres tingkat dunia dan beberapa pertemuan penting.

Yang juga menguntungkan, Singapura merupakan pusat perdagangan global dan pemasaran untuk Asia Pasifik dan dunia. Singapura juga menjadi kantor regional sejumlah perusahaan global, termasuk bank dan keuangan. Tak kalah penting, Singapura juga menjadi pusat pengetahuan, inovasi, penelitian dan pengembangan untuk biomedical, energi dan lingkungan, transportasi, dan keamanan. Setidaknya, ada 7.000 perusahaan multinasional di negara itu. Dengan menjadi pusat bisnis ini, akan banyak orang bepergian ke Singapura untuk urusan bisnis.

Singapura memang sangat diuntungkan dengan kondisi ini. Namun, bukan berarti Singapura tidak melakukan apa pun. Setiap kali kita bepergian ke Singapura, setiap kali pula ada perubahan di sana.

Di sini kunci keberhasilan Singapura menjadi pusat MICE. Sarana MICE tersedia, acara terus-menerus diciptakan, bahkan dikemas dengan destinasi-destinasi wisata. Dengan demikian, kendati sudah pernah ke Singapura, siapa pun akan senang datang lagi karena ada sesuatu yang baru. Kita bisa mencontohnya, bahkan melampaui prestasi Singapura, asalkan kita mau bekerja keras. Membenahi tempat-tempat wisata, terus menciptakan acara agar orang mau datang, serta tentunya menjaga agar kota dan daerah kita nyaman dan aman untuk dikunjungi wisatawan asing. (M CLARA WRESTI)

 

Sumber: Kompas 12 November 2014 Hal 17