“Sebab, fashion designer hanya menguasai cara menggambar. Untuk mewujudkan jadi sebuah baju itu pekerjaan fashion illustration.
GERALDUS SUGENG
Surabaya, Surya – Menggambar tubuh manusia secara proporsional menjadi langkah awal seorang fashion illustration untuk membuat sebuah busana sesuai keinginan. Ternyata langkah awal ini tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang.
Sanet Sabintang misalnya. Desainer asal Banyuwangi yang sudah menggeluti dunia fashion sejak setahun lalu ini mengaku masih mengalami kesulitan menggambar sosok manusia yang proporsional.
“Memang selama ini saya hanya belajar menggambar lewat YouTube, buku, dan Instagram. Ternyata tak gampang mewujudkan gambar sosok manusia, yang bentuk badan, tangan dan wajahnya bisa proporsional,” kata Sanet, Sabtu (37/5).
Karena kendala itu pula, Sanet kontan merespon positif ketika ada tawaran ikut Workshop Fashion Illustrasion yang digagas desainer Geraldus Sugeng.
“Workshop sehari memang sangat singkat, tapi saya akan manfaatkan waktu dengan baik mumpung ketemu orang yang pas untuk belajar,” tutur Sanet yang sebelumnya berprofesi sebagai perawat di sebuah rumah sakit di Yogyakarta.
Workshop yang diadakan di meetin room Hotel Swiss Berllin Manyar Surabaya itu diikuti sekitar delapan orang dengan beragam latar belakang profesi. “Tapi rata-rata mereka belajar menggambar secara otodidak,” kata Geraldus Sugeng.
Setelah tahapan proporsi, langkah yang harus dilakukan seorang fashion illustration untuk menguasai ilmu mengggambar, menurut Gelardus, adalah menggambar gerak siluet, menggambar lekukan bahan, dan puncaknya adalah pewarnaan.
Penguasaan Peralatan
Geraldus juga berbagi ilmu tentang pemanfaatan peralatan menggambar dan menguasai pemakaian media yang diperlukan. Selain pensil warna, media yang biasa dipakai oleh fashion illustration diantaranya adalah Marker Copic, dan Pantone.
Yang menarik, Geraldus juga memberi solusi ketika ada peralatan yang diperlukan ternyata tidak tersedia. Jika kebetulan disaat menggambar tidak tersedia penggaris, ia menyampaikan kepada peserta, bisa menggunakan ruas jari sebagai patokan.
“Satu ruas jari sama dengan tiga centimeter,” ungkapnya.
Geraldus mengarahkan peserta untuk menjadi seorang fashion illustration ketimbang sebagai fashion designer.
“Sebab,fashion designer hanya menguasai cara menggambar. Untuk mewujudkan jadi sebuah baju itu pekerjaan fashion illustration,” tandasnya. (pra)
Sumber: Surya, 28 Mei 2017 Hal 9

