Bagi Anda yang ingin mencari destinasi wisata lain di Jepang, silaakan berkunjung ke Kyushu. Pulau ketiga terbesar di Jepang ini memiliki banyak destinasi pilihan untuk beragam minat wisata. Mulai dari wisata sejarah, budaya, alam, hingga berbelanja, semua tersedia. Meski belum banyak terdengar, destinasi-destinasi ini tak kalah unik dan menarik dibandingkan destinasi-destinasi lain yang telah populer.
Dimulai dari sisi utara Kyushu, di Fukuoka, kunjungi Dazaifu Tenman-gu. Ini adalah kuil di kota Dazaifu yang telah berdiri sejak abad ke-10 sebagai penghormatan kepada seorang bernama Sugawara Michizane.
Michizane tadinya adalah seorang pejabat pemerintah yang pintar dan terpelajar, tetapi tersingkir akibat persaingan politik. Ia harus keluar dari Kyoto, yang merupakan ibu kota Jepang saat itu, dan meninggal dalam pengasingan di Dazaifu. Konon, di suatu tempat, lembu yang menghela kereta pengangkut jenazah Michizane mogok jalan meskipun dipaksa dan diancam. Akhirnya, jenazah dimakamkan di situ.
Belakangan, Kyoto mengalami bencana. Pemerintah menganggap hal itu sebagai kutukan Michizane yang kecewa karena dibuang. Pemerintah lalu menganulir keputusan itu dan sebagai penghormatan pada Michizane, dibangunlah kuil di lokasi makamnya. Kini, Dazaifu Tenman-gu dikunjungi oleh para pelajar yang hendak mengikuti ujian masuk sekolah.
Kuil pertama dibangun para pengikut Michizane pada tahun 905. Bangunan yang lebih besar kemudian didirikan pemerintah pada tahun 919. Namun, bangunan yang dapat disimak saat ini berasal dari tahun 1591 yang menampilkan contoh arsitektur Momoyama. Di sekeliling kuil terdapat ribuan pohon plum yang memberi cirri khas. Simak pula jembatan Taiko dan kolam Shinji yang indah.
Masih seputar Fukuoka, destinasi berikutnya yang menarik dikunjungi adalah Hakata-ningyo. Ini adalah produsen boneka Hakata yang terkenal. Boneka khas Jepang yang dibuat dari tanah liat ini menggunakan tanah liat yang terdapat di sekitar Hakata. Dibentuk menyerupai sosok manusia, bonek-boneka ini menggunakan teknik pembakaran dan pewarnaan yang unik.
Berikutnya, diselatan Fukuoka, kunjungi Toosu Premium Outlets di Tosu, Prefektur Saga. Ini adalah pusat outlet terbesar di Kyushu, meliputi 150 gerai kenamaan dari dalam dan luar Jepang. Bangunannya yang bergaya Spanyol memberikan kesan tersendiri bagi Anda yang gemar belanja.
Saksi sejarah
Bergeser lagi ke selatan, destinasi berikutnya adalah Prefektur Nagasaki. Mendengar nama ini, ingatan orang akan kembali pada kejadian kelam Perang Dunia II. Selang tiga hari setelah bom atm pertama dijatuhkan di Hiroshima, pada pukul 11.02 tanggal 9 Agustus 1945, bom kedua dijatuhkan di Nagasaki . Diperkirakan 74 ribu orang tewas dan 75 ribu lainnya luka-luka.
Untuk mengenang kejadian pahit itu sekaligus mengingatkan agar tidak terulang kembali, Anda dapat berkunjung ke Museum Bom Atom Nagasaki. Museum ini memiliki banyak koleksi terkait kejadian tersebut. Kunjungi pula Taman dan Patung Perdamaian.
Tentu saja, Nagasaki tak hanya tentang bom atom. Di kota ini Anda dapat mengunjungi Pecinan (Chinatown) yang merupakan salah satu yang terbesar di Jepang. Pada masa isolasi Jepang pada periode Edo (1603-1868), Nagasaki merupakan kekecualian, karena masih melakukan aktivitas perdagangan dengan China. Pada puncaknya, diperkirakan ada sekitar 10 ribu orang China bermukim di Nagasaki. Kehadiran mereka inilah yang membentuk Pecinan di Nagasaki. Di kawasan ini, terdapat puluhan toko, termasuk restoran makanan khas Tionghoa, toko permen dan suvenir khas China. Pada bulan Februari juga dilakukan festival lampion.
Tamasya Alam
Setelah tamasya sejarah, budaya, dan belanja, kurang lengkap jika tidak menikmati keindahan alam Jepang. Kunjungi Gunung Aso yang terdapat di Taman Nasional Aso-Kuju di Kumamoto dan Oita. Pegunungan ini merupakan kompleks gunung api yang memiliki kaldera dan lima puncak gunung, termasuk satu yang masih aktif, Gunug Nakadake. Di seputar kawasan ini terdapat desa air panas, termasuk Tarutama, Jigiku, Aso dan Yunotani, yang berada di seputar kawasan Taman Nasional Aso-Kuju.
Puncak Nakadake setinggi 1.500 meter dapat dicapai dengan kereta gantung. Di tempat ini, pengunjung dapat melihat aktivitas kawah dari dekat. Sementara itu, di Kusansenri yang terletak pada sisi utara Gunung Eboshidake, pengunjung dapat bersantai sembari melihat kuda dan sapi,a tau berkeliling menunggang kuda.{*/ACA}
Sumber: Kompas. 10 Agustus 2017. Hal 38

