Berawal dari Nonton, Jadi Kritikus Film. Jawa Pos.15 Januari 2015.Hal.36

Surabaya – Hobi bisa mendatangkan prestasi bagi Elbert Reyner. Mahasiswa Visual Communication Design Universitas Ciputra (UC) itu masuk dalam lima besar Nominasi Penulisan Kritik Film Terpilih 2014 yang diadakan Piala Maya, festival film khusus film Indonesia. Dalam gelaran di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, pada 21 Desember 2014 tersebut, dia terpilih karena reviewnya terhadap film Tabula Rasa.

Sebenarnya, dia mengirim lima review untuk film lain. Yakni, Killers, The Raid Berandal, Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, dan Selamat Pagi Malam. “Di antara semua yang saya review, yang terpilih masuk nominasi Tabula Rasa,” katanya.

Mahasiswa angkatan 2011 tersebut me-review Tabula Rasa dan semua film lain dalam blognya, cinephilesdiary.blogspot.com. Hadiahnya menjadi tamu spesial dalam event Piala Maya.

Sebenarnya, yang membuat spesial, dia adalah laki-laki dengan passion besar di dunia film. Sejak kecil, anak pertama dari dua bersaudara pasangan Lilyani Harsono dan Gandhi Gunawan tersebut hobi nonton film di bioskop atau yang disetel lewat DVD Player. Dalam seminggu, paling tidak dia menonton empat film. Genre favoritnya adalah horor. Film yang paling difavoritkan ialah Evil Dead.

Bahkan, sejak SMA, dia mulai mengoleksi tiket nonton di bioskop yang ditontonnya. Mulai tiket zaman nomat (nonton hemat setiap Senin), premiere, hingga tiket nonton di luar negeri. “Saya juga mencatat jumlah film yang sudah saya tonton. Untuk 2014 kemarin, ada 162 film,” tutur alumnus SMA Kristen Petra II tersebut.

Sumber : Jawa Pos. 15 Januari 2015. Hal. 36.