TRAVELING dan kuliner dua hal menyenangkan yang tak pernah lepas dalam aktivitas Princess Lie. Perempuan kelahiran Surabaya, 15 januari 1989 ini tak pernah melewatkan berburu aneka jajanan di setiap perjalanan yang dia lakukan.
“Selain mengamati budaya masyarakat setempat, saya selalu mencicipi menu khas daerah itu, terutama dessert-nya,” ucap perernpuan berwajah Oriental ini.
Namun, perjalanannya ke Singapura memberi kesan tersendiri bagi Princess. Karena di negeri ‘Kepala Singa` itu, ia menemukan es krim yang dicampur roti. Menu dessert itu membuatnya jadi ketagihan.
Baginya tak masalah untuk memenuhi hasratnya menikmati ice cream bercita rasa spesial itu. Pasalnya, Princess sering bepergian ke Singapura, bersama teman maupun keluarganya.
Namun, rasa ketagihan Princess makin menjadi. Sayang, la tak pernah menemukan es krim khas Singapura itu di Indonesia, terutama di Surabaya.
“Karena makin penasaran, aku coba bikin sendiri. es krim itu. Tetapi dengan kreasiku sendiri,” ujar Sarjana Ekonomi dari Universitas Ciputra Surabaya ini.
Princess memang tidak membuat persis es krim Singapura itu. Ia berkreasi sehingga beda dengan yang ada di negara aslinya.
Upaya Princess mewujudkan mimpinya dengan riset terlebih dulu, termasuk mencoba berbagai bahan baku.
Perlu waktu satu tahun untuk riset. Ternyata bukan hal mudah bagi Princess mewujudkan keinginannya membuat ice cream khas negeri berlambang Merlion ini.
Uji coba yang dilakukan tak selalu berjalan mulus. Tak jarang es krim yang dibuat terasa kurang lembut atau mungkin perpaduan bahannya kurang pas. Namun, Princess tidak pernah putus asa.
Ia terus meracik es krim hingga mendapat hasil seperti yang sekarang banyak dipasarkan di berbagai kota, termasuk di antaranya di Bali.
Di Surabaya, produk es krimnya, dengan label Masterr Singapore ini sudah ada di Galaxy Mal dan Ciputra World Surabaya. “Waktu- coba-coba bikin es krim, aku suruh incip teman-teman dan keluarga dulu. Setelah menemukan komposisi yang pas, akhirnya aku lepas ke pasar pada 2011,” ujar sulung dari empat bersaudara ini. (pra)

