(Rahmat Sudrajat, Wartawan Radar Surabaya)

PUSTAKAWAN Sejarah Chrisyandi Tri Kartika menjelaskan, kawasan tersebut sejak dahulu ada perkantoran yang gedungnya masih ada dan digunakan hingga saat ini. Seperti N. V. Borneo Sumatra Handel Maatschappij atau gebouw van de N. V. Borneo Sumatra Handel Maatschappij (Borsumij) yang dahulu perusahaan dagang Belanda. Saat ini gedung tersebut digunakan untuk Bank Mandiri.

“Dulu Borsumij merupakan perusahaan dagang Belanda yang didirikan olej J. W Schlimmer dan kantor pusatnya berada di Den Haag Belanda,” jelasnya kepada Radar Surabaya.

Kemudian ada juga gedung Societeit Concordia atau Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM). Ini sekarang gedung milik Pertamina. Menurut Chrisyandi, sebelum jadi BPM dulu gedung tersebut digunakan sebagai tempat hiburan orang-orang Eropa. “Sebelum jadi BPM dulu merupakan tempat dugem (hiburan, Red),” jelasnya.

Selain itu, lanjut Chrisyandi masih ada beberapa perkantoran. Namun yang menjadi ikonik kawasan Bibis Tama kedua bangunan gedung tersebut. Yang menarik kedua gedung tersebut diarsiteki oleh Citroen. Desain bangunannya masih bisa dilihat hingga saat ini. “Keduanya, baik Borsumij dan BPM arsiteknya Citroen,” imbuhnya.

Bangunan tersebut juga menghadap ke sungai Kalimas. Namun seiring berjalannya waktu untuk mempermudah akses, bangunan itu diubah pintu masuknya menghadap ke barat ke jalan utama. Tak hanya itu, kawasan tersebut juga merupakan kawasan perniagaan (bersambung/nur)

 

Sumber: Radar Surabaya, 22 Januari 2021. Hal.3