Hasil Bagus Food Photography
SURABAYA- Pesan, tunggu, jepret, sharing, makan, lalu balas komen. Kira-kira seperti itulah siklus gaya menyantap makanan saat ini. Ya, sejak booming-nya era Instragam dan aneka media sosial lainnya yang dapat menge-share foto, ritual untuk mengabadikan menu makanan sebelum menyantapnya semakin menjadi-jadi.
Menurut fotografer Anton Kusuma, hal tersebut sesuatu yang wajar. Malah kalau ditekuni, selain bisa memuaskan hasrat fotografi, itu mampu menjadi ladang pendapatan baru. “Lihat saja, sekarang berapa banyak fotografer atau blogger khusus makanan. Ini menandakan bahwa bidang ini cukup menjanjikan,” katanya.
Namun, yang perlu diingat saat memfoto makanan, ujar fotografer dari Noise Photography itu, adalah pemilihan angle. Jangan mentang-mentang ingin menonjolkan menu makanan yang di pesan, lantas semua makanan itu difoto. “Aspek keindahannya tidak akan ada,” jelas dia.
Sebaiknya, ada fokus pada satu bagian yang dirasa menjadi point of interest. Contohnya, ketika memotret hamburger, arahkan fokus lensa kamera pada bagian daging panggang dan keju yang melumer. Rotinya sedikit di-blur-kan tidak masalah. Begitu juga ketika memotret eskrim. Jangan terpaku pada pembungkus es, baik berupa cone maupun roti. Melainkan pada warna-warni esnya. Itu, menurut Anton, tidak lepas dari tujuan memperlihatkan menu tersebut agar tampak lezat. “Foto makanan yang baik adalah yang mampu membuat orang menelan air liur karena terlihat saking enaknya,” katanya sambil tertawa.
Aspek yang juga harus diperhatikan adalah menampilkan identitas lain dari menu yang dijadikan objek foto. Jika meenu yang difoto sushi misalnya, tak ada salahnya sebagai background disertakan juga ornamen khas Jepang. (nji/c10/ayi)
Menghasilkan Food Photography yang Bagus
PERHATIKAN PENCAHAYAAN
Cari ditempat yang memiliki cahaya natural yang bagus. Bila berada di luar ruangan, timing paling baik memotret makanan adalah pagi hari dan menjelang pukul 4 sore.
BERMAIN DETAIL
Jangan hanya memotret makanan. Namun, perhatikan juga latar belakang yang menjadi objek bidikan. Misalnya, piring dan alas makanan.
COBA BEBERAPA ANGLE
Jangan pernah merasa rugi untuk mengambil beberapa angle. Bisa dari atas, depan, atau bahkan mengambil sudut sendiri menurut kenyamanan
BUAT UKURAN PROPOSIONAL
Pastikan ukuran kanan dan kiri foto serasi. Jangan biarkan ada banyak ruang kosong yang tidak seimbang.
Sumber: Jawa Pos 11 Februari 2014. Hal. 40

