KANAL kecil bermandi cahaya lampu itu begitu romantis. Sejumlah gondola mengapung di permukaannya yang tenang. Jaraknya berjauhan. Masing-masing menampung dus penumpang. Di malam yang indah dan terang-sesekali deiringi gerimis tipis menghabiskan waktu di kanal itu benar benar seperti berlibur di Venezia, Italia.
Namun, bukan barcalore imusik ballad yang terinspirasi dari aria di opera-opera Venezia), yang mengiringi perjalanan penumpang gondola. Melainkan ingar bingar film layar lebar yang diputar di tengah-tengahnya. Musik scoring yang keras, dentuman peluru, serta dialog para aktor bersahutan hanya terdengar oleh mereka yang naik gondola.
Venice Grand Canal Mall, di Manila, Filipina, memang terkenal dengan kanal buatannya yang sangat cantik. Kanal itu memisahkan dua bangunan pusat perbelanjaan bergaya baqorue dengan sedikit sentuhan modern. Mirip sekali seperti di Venezia.
Nah, selama pandemi Covid-19 dan bioskop dipaksa tutup, kanal itu disulap menjadi bioskop terapung. Yang sebenarnya merupakan inovasi lebih advanced dari bioskop drive in. “Nonton film di atas kapal membuat pengalamannya lebih unik,” kata Violet Gatchalian, salah seorang pengunjung, seperti dikutip Reuters. “Ini juga salah satu bioskop yang sudah buka di masa pandemi. Jadi kami mau mencobanya,” imbuh dia.
Sinema terapung itu menerapkan protokol kesehatan yang lumayan ketat. Setiap gondola hanya boleh disi dua orang. Sekali show, hanya dibatasi 10 perahu. Tarifnya adalah PHP 500 (atau 500 peso Filipina). setara dengan Rp 140 ribu per orang.
Setelah membayar di kasir, seorang gondollers (supir gondola) yang mengenakan seragam garis-garis akan mengarahkan perahu ke spot yang telah ditentukan. Jaraknya berjauhan. Masing masing sekitar 2 meter antara gondola. Mereka bakal diberi earphone untuk mendengarkan audio film. Sehingga tetap eksklusif. Pengunjung mal lain bisa ikut nonton film. Tapi tidak ada suaranya
“Tujuan adalah menghibur warga, yang sudah berpuasa nonton film selama 10 bulan lebih,” Graham Coates, pimpinan Megaworld Lifestyle Malls, pengelola Venice Grand Canal Mall. “Sekaligus menggairahkan industri fim serta para sineas lokal. Mereka harus tetap bersemangat membuat karya,” lanjutnya
Bioskop-bioskop di Filipina tutup sejak pertengahan Maret 2020. Ketika Presiden Rodrigo Duterte menerapkan lockdown paling ketat di seluruh dunia. Angka penderita Covid-19 di Filipina mencapai 456 ribu, dengan 8.875 kematian. Menjadikannya negara dengan tingkat kematian tertinggi nomor dua di Asia Tenggara, setelah Indonesia. (Retna Christa)
Sumber: Harian DI’S Way.21 Januari 2021.Hal.45

