Sumber:https://surabaya.pikiran-rakyat.com/ekbiz/pr-3929564990/bongkar-strategi-riset-universitas-ciputra-yang-bikin-penjualan-distributor-nestl%C3%A9-meroket-167-dalam-30-hari

Bongkar Strategi Riset Universitas Ciputra yang Bikin Penjualan Distributor Nestlé Meroket 167% dalam 30 Hari!

11 Agustus 2025

PR SURABAYA – Universitas Ciputra (UC) Surabaya kembali membuktikan komitmennya dalam menjembatani dunia akademik dengan industri.

Melalui Program Studi Doktor Manajemen dan Entrepreneurship (DME), UC memberikan pendampingan strategis berbasis riset yang berdampak nyata pada kinerja bisnis mitra.

Salah satu kolaborasi terbaru melibatkan MSDN (Mitra Sukses Daya Nutrindo), distributor resmi produk Nestlé untuk wilayah Surabaya utara, barat, dan selatan.

Program pendampingan ini dipimpin langsung oleh Dr. David Sukardi Kodrat, Ketua Program Studi DME UC, dan diterima oleh Lala Setiany Wee, pemilik MSDN sekaligus mahasiswa program doktoral UC.

Tidak sekadar konsultasi bisnis, pendampingan ini dilakukan dengan pendekatan riset terapan, memanfaatkan data lapangan untuk merumuskan solusi strategis yang relevan.

Hasilnya luar biasa, dalam waktu hanya satu bulan sejak pembukaan kantor operasional baru pada 30 Juni 2025, MSDN berhasil mencapai target distribusi hingga 167%.

“Kami ingin membuktikan bahwa peran perguruan tinggi bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga terjun langsung memberi nilai tambah bagi dunia usaha,” ujar David.

Identifikasi Tantangan Distribusi

Selama proses pendampingan, tim DME UC menemukan adanya ketimpangan distribusi antar kanal berdasarkan pemetaan 3.000 outlet:

Wholesale – Ideal: 50% | Realisasi: 86%

Modern Trade – Ideal: 30% | Realisasi: 5%

Providence Retail – Ideal: 20% | Realisasi: 6,8%

Specialty Channel – Realisasi: 1,2% (fokus pengembangan ke depan)

Dengan diskusi strategis, pemetaan outlet, dan analisis Stock Keeping Unit (SKU), tim DME UC membantu MSDN menyusun roadmap untuk menyeimbangkan distribusi kanal dan memperluas penetrasi pasar.

Inovasi Melalui Program MSL Package

Salah satu strategi kunci adalah optimalisasi program MSL Package, sistem bundling SKU dalam format Paket BIG, A1, A2, B, C1, dan C2 sesuai profil outlet. Metode ini mendorong distribusi merata, termasuk untuk produk Nestlé non-fast-moving.

“Distributor masa kini harus lebih dari sekadar saluran logistik. Mereka harus membangun hubungan strategis dengan outlet, memahami pola konsumsi, dan menyampaikan nilai produk hingga ke konsumen akhir,” jelas David.

Visi Pertumbuhan Jangka Panjang

Kolaborasi ini menegaskan posisi DME UC sebagai program doktoral yang berorientasi solusi nyata. Lala Setiany Wee menambahkan, “Kami mengusung visi GOAL: Growth, Optimal, Adaptive, Learn Fast. Bersama DME UC, visi ini menjadi lebih konkret dan terukur.”

Ke depan, program ini akan berlanjut melalui:

Asesmen berkala efektivitas distribusi

Pengembangan kanal distribusi mikro

Pelatihan internal tim MSDN

Riset lanjutan berbasis data real-time

Dengan sinergi antara riset akademik dan kebutuhan industri, Universitas Ciputra menunjukkan bahwa pendidikan tinggi mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.***