Dyah Hasto Palupi & Anastasia Anggoro Sukmonowati
Nama BreadnBeyong seperti menunjuk gerai roti/pastry yang mengundang orang menghampiri karena aroma wangi yang ditebarkannya. Namun, ternyata bukan. BreadnBeyond tidak ada hubungannya dengan roti. BreadnBeyond adalah agensi yang menciptakan video ilustrasi untuk menjelaskan suatu hal yang sulit agar lebih mudah dimengerti oleh audiensnya.
Startup berbasis di Indonesia ini dibangun tahun 2008 oleh dua sejoli Andre Oentoro dan Melly Caroline Mintorogo. Awalnya, Andre yang lahir di Surabaya, 15 Mei 1979, tidak terpikir membangun bisnis spesialisasi video ilustrasi. Sebagai artisek lulusan Universitas Kristen Petra Surabaya (2001), dia hanya mendalami masalah desain dan menerima jasa terkait pembuatan logo, website, company, profile, dan sebagainya. Namun, pada medio 2009, salah satu kliennya meminta dibuatkan animasi untuk keperluan rekruitmen perusahaannya. “Di situ saya melihat bahwa animasi memiliki banyak peluang di masa depan, selain bandwidth Internet yang selalu bertambah cepat, juga kebiasaan orang untuk santai, ketika melakukan sesuatu di dunia maya,” cerita Andre tentang bisnis video ilustrasi. “Kebanyakan orang lebih suka untuk klik dan tunggu sambil melihat, daripada haurs browsing ke sana-kemari untuk mencari sesuatu,” lanjutnya.
Dugaan Andre benar. Perusahaan berdatangan minta dibuatkan video ilsutrasi yang ringan dan menghibur yang bisa menjelaskan tentang produk/jasa mereka dalam waktu singkat (satu menit atau lebih). Tujuannya, membantu perusahaan menjelaskan usahanya ke banyak orang dengan cara yang menyenangkan.
Yang menarik, bukan hanya perusahaan dari Indonesia yang datang kepadanya, tetapi juga perusahaan dari mancanegara. “Sekitar 70% klien kamu ada di North America (Kanada dan AS), sedangkan sisanya di negara Eropa dan Australia. Untuk Indonesia dan Asia, pada umumnya hanya 5% lebih,” ungkap Andre. Kliennya pun bervariasi, mulai dari perusahaan startup kecil yang baru berdiri sampai perusahaan internasional yang masuk Fortune 500 seperti NetApp dan Accenture, NGO kelas dunia seperti IFC (International Finance Corporation), dan World Bank Group.
Menurut Andre, ini memang fenomena pemasaran sekarang. Salah satu tujuan pemasaran adalah meningkatkan conversion rate dan menekan acquisition cost. “Nah, explainer video kami membantu klien mencapai keduanya dengan elektif, sehingga penggunaan explainer video akan semakin meningkat dari waktu ke waktu,” katanya yakin. BreadnBeyond, menurut dia, menjadi satu-satunya studio kreatif yang fokus di explainer video dengan klien mancanegara di Indonesia.
Guna memenuhi harapan klien, Andre menerapkan one stop service. Dengan dibantu sekitar 30 karyawan, BreadnBeyond melakukan pekerjaan mulai dari mewawacarai klien, membuat konsep dan desain karakter, kemudian membuat storyboard, pengisian suara, dan proses animasi, hingga menyiapkan kemasan yang menarik bagi khalayak sasaran. “Keseluruhan proses memakan waktu sekitar 25 hari kerja, dan kamu meminta feedback dari klien untuk setiap langkah diatas,” paparnya.
Andre percaya, jasa yang ditawarkannya mengandalkan kepercayaan dan word of mouth. Maka, dia sangat hati-hati mengelola klien. “Kami menjual service, jadi yang kamu terus kembangkan adalah kualitas layanan kamu, baik dalam kualitas animasi maupun kualitas komunikasi kami dengan klien,” katanya menegaskan.”Kami selalu berhubungan baik dengan klien, disertai hasil yang bagus dan komunikasi yang baik antara kami dan klien, sehingga banyak order yang masuk adalah hasil dari referral klien-klien yang puas dengan pekerjaan kami,” lanjutnya.
Bagi Andre, semua itu menjadi tantangan untuk bertahan dan bahkan berkembang lebih besar. Dia yakin, explainer video pasti akan semakin banyak digunakan untuk berbagai macam produk. Pada 2009, bary segelintir perusahaan Indonesia yang menggunakannya, dan sekarang? Hampir semua perusahaan besar, mulai dari bank (BCA, Mandiri), kantor pajak, advertisement billboard, serta digital startup di Internet (Traveloka, Tokopedia, Gojek, dll.) menggunakannya. Artinya, pasar video animasi akan terus tumbuh, terutama di pasar lokal. Sebab, explainer video berbentuk animasi lebih mudah dibandingkan dengan video iklan yang menggunakan aktor sebagai pemeran utama.
Visi BreadnBeyond adalah menjadi studio explainer video nomor satu di dunia. Harapannya, perusahaan-perusahaan di dunia mengetahui bahwa BreadnBeyond adalah salah satu studio yang harus dipertimbangkan bila mereka hendak membuat video animasi untuk perusahaan mereka.
Yantje Wongso, salah satu costumer BreadnBeyond sekaligus CEO dan penditi PT Biru Semesta Abadi, percaya Andre bisa mewujudkan impiannya. Menurutnya, tim BreadnBeyond sangat profesional serta capable dalam bekerja dan menghasilkan produk yang sangat memuaskan. “Tahapan proses pengerjaan terus dikomunikasikan kepada saya sebagai klien sehingga bisa menghasilkan produk yang maksimal,” katanya memuji.
Yang disukai Yantje, BreadnBeyond memperhatikan layanan pasca-delivery. Umpan balik setelah peluncuran video klip masih dilayani, dan video pun disempuranakan dengan berbagai penyesuaian untuk menghasilkan karya yang maksimal. “Itu yang memuaskan kamu sebagai pelanggan, merasa diperhatikan,” ujarnya.§
“Di situ saya melihat bahwa animasi memiliki banyak peluang di masa depan, selain Bandwidth Internet yang selalu bertambah cepat, juga kebiasaan orang untuk santai, ketika melakukan sesuatu di dunia maya.” – Andre Oentoro
Sumber: SWA. 6-19 Juli 2017, Hal. 84

