Bubur Manado Menu Wajib Weekend. Jawa Pos. 3 Februari 2015.Hal.36

Surabaya- merantau ke surabaya membuat chandr oratmangun menyesuaikan diri dengan makanan di kota pahlawan. Meski begitu, ada satu sajian yang membuatnya terus kangen dengan masakan buatan orang tuanya, bubur manado atau tinutuan. Kepala dinas pemadam kebakaran Surabaya itu menyatakan selalu membuat bubur manado ketika hari libur, sabtu dan minggu. “Anak-anak juga suka,”tutur ibu tiga anak tersebut. Tinutuan berbahan dasar labu kuning, singkon, beras, dan jagung. Tidak lupa dilengkapi sayur khas manado, sayur gedi. Lantaran sayur ini tidak dujual di Surabaya, Chandra menanamnya di taman rumahnya. Iya, tinggal petik saja,” ungkap perempuan kelahiran 6 oktober 1960 tersebut. Tampaknya, bubur buatannya disukai banyak orang. bukan hanya anggota keluarga, tetapi juga tetangga kompleks. “Kalau ada arisan, ibu-ibu minta dibikinkan bubur manado, “ujar perempuan yang juga ketua RT di kawasan wiyung tersebut.

Makanan sehat itu juga kerap dibuat jika anak-anaknya sakit. Chandra menuturkan, kandungan nutrisarinya didapat dari isinya yang kebanyakan sayur-mayur. “Sajian ini makin mantap disbanding dengan ikan asin. Seger kriuk-kriuk, “katanya, lantas tersenyum. Chandra mengungkapkan, cara pengolahan makanan itu sudah diajarkan pada fikha nandhia, anak keduanya. Tradisi tersebut ditiru Chandra dari sang ibunda secara turun-temurun. (cik/c15/nda).

Sumber: Jawa pos selasa 3 februari 2015 halaman 36