Manfaatkan Limbah di Pantai Kenjeran
SURABAYA – Tulang yang patah bisa disambung dengan cangkrang kerang . Hal itu didasarkan pada hasil penelitian dr Erwien Isparnadi SpOT. “ Saya melakukan penelitian itu untuk program doktor ,” kata Erwien , “ Saya lakukan kurang lebih selama 15 bulan ,”imbuhnya .
Erwien akan mempertahankan hasil penelitian itu dalam sidang disertai di Fakultas Kedokteran UB Malang hari ini (21/10) . Erwien menjelaskan , cangkang kerang yang digunakan bukan kerang biasa.Erwien memilih cangkang kerang air tawar dengan kondisi air normal . “Jangan memilih kerang dari tempat yang berpolusi agar hasilnya baik,”ujarnya .
Cangkang kerang tersebut harus mengalami berbagai proses sebelum bisa digunakan untuk menyambung tulang. Langkah pertama adalah mencuci bersih dengan air mengalir , lalu dikeringkan .Selanjutnya , cangkang tersebut ditumbuk hingga menjadi bubuk halus .
Erwien kemudian menambahkan berbagai macam larutan kimia untuk mendapatkan bubuk cangkang kerang yang maksimal.” Hasil akhir serbuk disebut chitosan,”kata Erwien .
Setelah dihasilkan , chitosan tidak langsung digunakan . Dibutuhkan platelet rich plasma (PRP) yang diambil dari darah pasien . Mesenchymal stem cells, sel istimewa dalam tubuh yang dapat berubah menjadi sel atau organ sesuai dengan kebutuhan tubuh, juga digunakan . Hasil campuran tiga zat tersebut disebut scafflod ,” Scafflod inilah yang bisa diaplikasikan untuk menyambung tulang,” tutur pria kelahiran Semarang itu.
Tidak semua tulang patah disambung dengan scafflod . Syaratnya adalah tulang sudah tidak memiliki pembuluh darah . Itu bisa terjadi pada patah tulang yang tidak segera tertangani sehingga pembuluh darahnya mati,” Biasanya, tiga sampai enam bulan setelah kejadian , tulang patah itu sudah tidak memiliki pembuluh darah, “ ujarnya .
Kandungan scaffold itulah yang akan membentuk pembuluh darah hingga akhirnya menyambungkan tulang.” Scafflod akan diserap atau malah menjadi bagian tulang itu sendiri ,” tutur alumnus FK Unair itu.
Dokter yang berpraktik di RS Haji tersebut mendapatkan kerang dari dekat rumahnya . Dia yang tinggal dekat Pantai Kenjeran pun memanfaatkan limbah kerang yang menggunung .” Selama ini limbah udang dan kepiting bisa digunakan . Sekarang saatnya limbah kerang ,”ujarnya optimistis . Dia yakin penemuannya dapat berguna bagi dunia ortopedi . (lyn/c6/ayi)
Sumber: Jawa Pos, 22 Oktober 2015, Hal. 40

