Ayo Ubah Pola Makan. Jawa Pos. 25 September 2014.Hal.5

Gaya hidup yang menuntut mobilitas tinggi bikin kita sering mengabaikan kesehatan. Konsumsi makanan berlemak jenuh, kurang olahraga, dan stres rentan memicu penyakit – penyakit kardiovaskular. Misalnya gangguan jantung dan kolestrol tinggi.

GAYA gaya hudup masyarakat modern menjadikan mereka sering mengonsumsi makanan siap saji tanpa memperhatikan komposisi di dalamnya. Hal tersbut memicu timbulnya berbagai penyakit seperti penyakit jantung. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 masih ditemukan prevalensi penyakit jantung pada usai muda anatara 15-24 tahun. Penilaian berdasarkan jeniskelamin, kadar kolestrol di atas normal lebih banyak diderita peremupan. Sedangkan jika dilihat dari geografis, penduduk perkotaan lebih banyak terjangkit daripada yang tinggal di pedesaan.

Menurut Ahli nutrisi dr Juwalita Surapsari M. Gizi, saat ini banyak kelompok masyarakat berusia muda yang memiliki kolestrol di atas normal. Kondisi ini mempermudah mereka untuk terjangkit stroke iskemik yang merupakan penyakit akibat tersumbatnya pembuluh darah karena timbunan lemak yang mengandung kolestrol.

“Salah satu yang menjadi dasar terjadinya stroke adalah adanya sumbatan pada pembuluh darah jantung. Nah, di kalangan orang muda, salah satu penyebab utamanya ya pola gaya hidup tida sehat itu. Seperti hipertensi, merokok, diabetes, dan ritme hidup tergesa – gesa atau stres,” tutur Lita. “Apalagi kalau suka mengonsumsi makanan tinggi kalori, garam, dan lemak jenuh tinggi seperti fast food,” tambahnya.

Cara termudah untuk mencegah timbulnya penyakit tersebut adalah dengan mengubah gaya hidup, termasuk memilih makanan. “Pilih makanan sehat yang tidak hanya enak, tapi juga memberikan kecukupan nutrisi dalam tubuh,” ujar anggota Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesai (PDGM) itu.

Oatmeal merupakan salah satu alternatif makanan sehat. Oatmeal dapat dikonumsi sebagai pengganti nasi. Selain mengenyangkan, makanan tersebut dapat membantu menjaga kadar kolestrol dan gula darah tetap normal.

Selain bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung dan kolestrol, oatmeal mengurangi risiko obesitas, hipertensi, mencegah diabetes melitus, serta membantu mempertahakan daya tahan tubuh dan membebaskan tubuh dari radikal bebas. “Polusi udara, rokok, asap kendaraan, juga beberapa bahan pengawet dan pearna mekanan, tidak kita sadari menjadi radikal bebas bagi tubuh,” ungkap alumnus Universitas Indonesia itu.

Mantan Putri Indonesia Nadine Chandrawinata termasuk yang menikmati manfaat besar oatmeal. Perempuan yang dikenal suka jalan – jalan itu menyatakan terbantu oleh praktisnya enonsumsi oatmeal.

“Karena saya senang banget traveling, setiap pergi – pergi saya pasti menyediakan makanan – makanan yang siap makan. Bukan Cuma oatmeal, tapi juga cokelat dan keju,” jelas Nadine. “Oatmeal biasa saya makan dengan susu cokelat hangat. Soalnya, saya nggak suka susu putih,” ungkap dia

Menurut penggemar drivingdan kegiatan – kegiatan outdoor lainnya itu, dirinya selalu memilih oatmeal lantaran lebih sehat dan mencukup kebutuhan gizinya. “Sama juga kayak cokelat. Jadi, fungsinya menambah energi. Soalnya, kadang pas traveling, kita nggak bisa makan properly. Kita mesti bawa yang simple, muda, tapi tetap sehat,” ungkap kakak Marcel dan Mischa Chandrawinata tersebut. (nuq/nor/aan/c6/na)

Yummy, Tetap bergizi

BANYAK yang mengaku kehebatan oatmeal. Mulai membantu menurunkan kolestrol hingga menjaga tubuh tetap proposional. Namun, untuk mengonsumsinya secara rutin, kadang kita bingung bagaimana harus mengolah oatmeal. Padahal, tidak berbeda dengan sumber karbohidrat lainnya seperti nasi atau kentang, olahan oat nan sehat bisa dimodifikasi menjadi berbagai santapan yang yummy tanpa kehilangan zat gizinya.

Bisanya, cara menikmati oatmeal hanya dengan menyajikannya bersama susu, gula, madu atau buah – buahan. Jika itu disantap tiap saat, tentu rasanya boring. Ahli nutrisi du Juwalita Surapsari Mgizi menjelaskan, oatmeal boleh dikreasi macam- macam. Hanya, tentu ada rambu – rambu yang harus ditaati agar kandungan gizinya tidak rusak.

Oatmeal ini memang serbaguna. Bisa dibikin apa – apa. Bahkan, bisa juga dikemas jadi amilan keluarga. Supaya anak – anak tidak jajan sembarangan di luar rumah,” ungkap Lita, sapaan akrab Juwita, Jajnan  yummy yang bisa diciptakan dari oatmeal antara lain siomay, nugget, bahkan lemper.

Campuran oatmeal bisa direbus, dikukus, atau bahkan digoreng. Saat menambahkan oatmeal pada olahan nugget atau omelet, akan ada pengurangan vitamin dan penambahan kalori. Kalori itu, dia menyarankan agar menggoreng oatmeal dengan api kecil dan tidak terlalu lama.

Konsumsi oatmeal sangat disrankan untuk sarapan. Oatmeal membantu mencukup kebutuhan kalori pagi sekitar 25 persen dari total kalori dalam sehari yang mencapai 1.500 kkal dengan menambahkan susu lowfat dan potongan pisang atau suwiran dada ayam rebus. Bahan itu juga membantu mencukupi serat tubuh saat pagi. Penelitian menyebutkan, kecukupan serat secara international sekitar 25 gram per hari. “Untuk sarapan, lima sendok oatmeal kering sudah memnuhi 2 sampai 4 gram. Sisnya tinggal memenuhinya dari makanan lain,” jelasnya.

Oatmeal tidak hanya dapat dikonsumsi orang dewasa, tapi juga anak – anak dan balita. Bayi boleh mengosumsi oatmeal sebagai makanan pendamping ASI (MPASI). Caranya, cukup diblender menjadi bubur, lalu dicampur dengan sayuran atau kaldu. Serat yang bersifat mikroskopis dalam oatmeal tidak akan rusak selama ciblender. (nuq/aan/c6/na)

Sumber: Jawa Pos, Kamis, 25 September 2014