Suatu kenikmatan tersendiri menikmati kuliner favorit. Apalagi jika dibalut bumbu yang bisa dibilang tak biasa. Salah satunya ialah makanan ceker ayam, kuliner yang kini menjamur di mana-mana.
Ceker Teroris, begitulah Rahardi Sukarno Junianto, sang pemilik, menamakannya. Warung sederhananya terletak di depan kampus Universitas Surabaya (Ubaya), Tenggilis. Yang membuat orang kembali menikamti kuliner ini adalah sensasi makan ceker ayam dengan bumbu olahan desa. Bumbu yang membalut ceker itu merupakan racikan murni tangan istri sang pemilik warung. Niken Kurnia Sari. Meski berasa sangat pdas, Meski berasa sangat pedas, rasanya bumbunya tetap terasa.
“Kebanyakan kalau pedas sampai tidakb isa bumbunya. Nah, ini saya racik sehingga bumbu tetap terasa di lidah penikmat ceker,” ujar Niken.
Resep bumbu berasal dari mertua, yang asli Suku Donggala, Sulawesi. Niken dan suaminya, membuat beberapa menu untuk sajian di Warung Ceker Teroris. Sebutlah, Ceker Krengseng Teroris, Ceker Rica-Rica, Ceker Saus Inggris. Semua Bumbu menggunakan rempah- rempah Jawa
Menu andalan di Warung Ceker Teroris ialah Ceker Saus Inggris Rasa asin- asin sedap dan pedas tapi sensasi bumbu saus Inggris masih terasa. Ada pula Ceker Rica-rica ala Manado, yang pedasnya berbaur dengan aroma perasan jeruk nipis. Bumbu rica- rica yang terdiri atas rempah- rempah seperti jahe, bawang putih, bawang merah ini mampu memanjakan lidah penikmatnya.
Ceker ini bisa dinikmati dengan tambahan dasi sebagai lauk atau hanya sekedar dijadikan camilan saja. Untuk rasa pedas, Niken tidak membatasi ketika mengambil Lombok. Bisa segenggam kepalan tangan.
Warung Ceker Teroris yang buka pukul 13.00 hingga 20.00 WIB ini, sering dibuat uji nyali bagi yang suka pedas dan tetap mengutamakan kenikmatan.
“Bapaknya anak-anak ini doyan banget ceker. Kalau makan diluar kurang bisa menikmati. Makanya kami buka usaha ini. Yang penting bisa menikmati ceker dan bumbunya terasa,” ucap Niken.
Pantang Freezer
Warung Ceker Teroris menghindari menyimpan ceker di Freezer karena akan mengurangi rasa empuk daging di ceker. Setiap pagi, setelah subuh, dia menerima suplai ceker 7 kg dan langsung dimasak beserta bumbunya.
Dengan cara itu, Niken dan suami memberikan rasa yang terus- menerus kepada para pelanggannya. Tak perlu ketinggalan, sebelum memasak, terlebih dahulu ceker di presto. “Nggak usah lama-lama, biar empuk,” ibu dua anak ini.
Warung Ceker Teroris yang baru buka 10 November 2015, siap menambah menu baru, Sup Kacang Merah Ceker. Menu ini dipastikan akan membuat lidah penikmatnya menjadi istimewa karena kuah sup yang segar dan pedas bercampur ceker dan kacang merah. (sany eka putri )
Sumber : Surya , 14 Desember 2015

