TAKSI merupakan alat transportasi mobil yang berkembang di kota-kota besar di Indonesia dalam beberapa dekade lalu. Dulu sebelum ada taksi online, tarif taksi konvensional menggunakan argometer berdasarkan jarak yang ditempuh atau taximeter. Pemerhati sejarah Kota Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, taksi merupakan transportasi yang tarifnya paling mahal dibandingkan angkutan umum lainnya. “Nama taksi diambil dari nama taximeter,” katanya.

Berdasarkan dokumen Pemerintah Belanda, taksi mulai masuk pertama kali lewat Batavia atau Jakarta dalam jumlah terbatas. Diperkirakan pada 1930 atau sekitar 90 tahun silam. Karena terbatas, penggunaan taksi di zaman kolonial menunjukkar status sosial seseorang. Karena itu, umumnya yang naik transportasi eksklusif ini hanya meneer-meneer maupun noni-noni Belanda. “Taksi mulai beroperasi di Surabaya sekitar tahun 1976. Keberadaan taksi di Surabaya karena kota ini sudah masuk dalam kota menuju metropolitan,” jelasnya.

Pustakawan Universitas Ciputra ini menambahkan, pada tahun tersebut baru ada dua perusahaan taksi, yakin Paritas Taxi dan Surya Taxi. Chrisyandi mengatakan, saat itu pengguna taksi konvensional berbeda dengan taksi online saat ini. Kalau saat ini taksi online bisa digunakan oleh berbagai kalangan, sedangkan taksi konvensional bisa menunjukkan status sosial seseorang. “Karena yang bisa naik taksi zaman dulu, orang menengah ke atas,’ ungkapnya.

Lebih lanjut Chrisyandi mengatakan lambat laun perkembangan taksi semakin pesat. ‘Tepatnya sekitar tahun 1990 ada tujuh perusahaan taksi di Surabaya. Seperti Taxi Surya, Sandel, Zebra, Sumber Daya Alam, Merpati Wahan Taxi, Supra hingga Super Dinamika. Masuk di tahun 2000-an perusahaan taksi kian banyak, ada perusahaan lokal hingga nasional yang ekspansi ke kota ini. (mus/nur)