Angsio Kikil Sapi, Lembut dengan Harum Rempah Khas

4 Februari 2024. Hal. 22

Perpaduan rempah khas Tiongkok dengan kikil sapi yang lembut memberi cita rasa kuliner oriental yang nikmat. Angsio kikil sapi bisa jadi ide hidangan untuk keluarga di Tahun Baru Imlek.

KULINER khas Tiongkok pada umumnya banyak menggunakan daging babi untuk dimasak dengan teknik angsio. Kali ini Dede Sundana, sous chef Grand Swiss-Belhotel Darmo Surabaya, mengkreasikannya dengan kikil atau bagaian dari kaki sapi.

Untuk mendapatkan warna kemerahan khas angsio, kaki sapi itu dimasak dengan bumbu tertentu. “Sebelum digoreng, dikasih soy sauce dan sedikit pewarna makanan sampai kikilnya berubah warna merah,” ujarnya.

Step awal, rebus kikil sapi terlebih dulu selama 2 jam. Hasilnya, kikil masih setengah matang dan belum lunak. Sebab, ia masih akan melalui dua tahap memasak lagi. Agar bau perengusnya hilang, tambahkan jahe dan daun bawang pada air rebusan. “Kalau direbus sampai lunak, nanti hancur teksturnya saat dimasak bareng kuahnya,” lanjut chef Dede.

Angkat apabila sudah tampak merekah. Kikil sapi yang berubah merah kemudian digoreng sebentar hingga kulitnya kering. Selanjutnya, masak kembali bersama kauh selama 3 jam. “Setelah 3 jam, tekstur kikilnya sudah lunak,” tambahnya.

Warna dari berbagai komponen sayur dalam kuah pun lebih keluar setelah dimasak lama. Rasanya asin gurih dengan harum cengkih dan kayu manis. Aroma dan cita rasa bumbu angciu yang terbuat dari beras atau beras ketan fermentasi menjadi ciri khas utama hidangan itu. (lai/c18/nor)

sumber: Jawa Pos