Meminum kopi alias ngopi sudah menjadi keseharian banyak orang. Apalagi, sekarang banyak kedai kekinian. Kopi jadi lebih mudah didapat dengan varian rasa beragam pula.
KOPI tidak asing bagi penduduk tanah air. Minuman olahan biji kopi itu disebut sebagai pengusir kantuk yang mujarab. Terutama karena kadar kafeinnya. Qonita Rahmah SGz Msc (Nutz & Diet) memaparkan, kopi punya kandungan baik lainnya. “Kopi juga tinggi antioksidan dan polifenol yang berfungsi menangkal radikal bebas,” ujarnya.
      Qonita menjelaskan, kopi juga memiliki senyawa asam yang ikut membentuk rasa. Kadar kandungannya tersebut bisa berubah, bergantung proses penyangraian. “Senyawa inilah yang punya efek ke asam lambung. Terutama bagi yang punya mag atau pencernaan sensitif,” imbuhnya.
      Dia melanjutkan, dalam tubuh, kopi dicerna sebagaimana makanan lainnya. “Metabolisme kopi relatif sama seperti yang lain. Tapi, kandungan kafeinnya memang bisa menggangu penyerapan zat besi dan kalsium,” terang ahli gizi sekaligus staf Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya itu. Jadi, konsumsi kopi sebaiknya tidak berlebihan.
      Menurut Qonita, kadar kafein yang disarankan untuk dikonsumsi adalah 400 mg per hari. Setara 4-5 cangkir kopi hitam biasa tanpa gula. Batasan tersebut bisa lebih tinggi atau rendah, sesuai toleransi seseoang pada kafein. Untuk ibu hamil dan menyusui, batasannya lebih rendah.
      Anjuran konsumsi kopi untuk bumil dan busul tercantum dalam Permenkes Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang. Batasannya 100-300 mg kafein per hari. “Yang dikhawatirkan, konsumsi berlebih bisa menganggu penyerapan zat besi. Ibu jadi berisiko anemia,” lanjutnya.
      “Keamanan” kopi untuk dikonsumsi tiap hari juga dijelaskan Moses Soediro SE., BBA MM. Dosen pencinta kopi itu menerangkan banyak cara untuk menghindari efek yang tak diinginkan setelah minum kopi. “Mulai memilih jenis kopi sampai cara pengolahan. Jika konsumsinya tepat, tubuh justru mendapat manfaat baik dari kopi,” tuturnya.
      Kepala Program Studi Culinary Business Universitas Ciputra Surabaya itu mebambahkan, opsi terbaik adalah kopi freshly brewed. Alias segar dan baru saja diseduh. “Sebaiknya buat dalam porsi sekali minum habis,” katanya. Sebab, kadar kafein pada kopi yang didiamkan akan naik walaupun tidak signifikan.
      Jika tak memungkinkan membuat kopi segar sekali minum, kopi sachet bisa jadi pilihan. Moses pun berbagi tip dalam memilih kopi kemasan. “Baca label bahannya. Ada kopi instan berbahan dasar ekstrak yang notabene lebih sulit dierna,” tegasnya (fam/c18/jan)
KENALI JENISNYA
KOPI HIJAU
Biji kopi yang tidak melalui proses roasting (sangrai). Kandungan mineral dan vitamin C relatif tinggi sehingga dipercaya baik untuk kesehatan. Namun, kadar karbondioksidanya juga cukup tinggi sehingga bisa menyebabkan kembung.
KOPI DECAFFEINATED
Kopi yang telah melalui treatment tertentu sehingga kadar kafeinnya berkurang. Kadar kafeinnya bisa mencapai 3–5 mg per sajian, bahkan ada yang mampu mencapai 6 mg kafein
KOPI DENGAN CAMPURAN HERBAL
Umumnya, kopi diberikan label sesuai campurannya (misal : kopi ginseng, kopi tongkat ali, dll). Hingga kini, belum ada riset khusus yang mengulas pengaruh tambahan tersebut pada metabolisme kopi dalamnya.
CARA MENYEDUH
SUHU IDEAL UNTUK MENYEDUH KOPI BERADA DI KISARAN 90-97 DERAJAT CELSIUS
Jika menggunakan air dari dispenser, buang air panas yang keluar di 1-2 detik pertama karena belum mencapai suhu ideal. Jika menggunakan air mendidih, biarkan selama 1-2 menit sebelum dituang pada kopi
JANGAN MINUM KOPI SEGERA SETELAH DISEDUH
Untuk yang gemar kopi tubruk, jangan minum kopi dalam periode blooming (permukaan kopi naik dan berbusa). Biarkan hingga permukaan kopi turun.
CERMATI TAMBAHAN KOPI
Untuk penderita diabetes atau mereka yang punya risiko diabetes, perhatikan tambahan gula (atau sirup) dalam kopi. Sebab, meski sering kali tidak terasa, hal itu bisa meningkatkan kalori kopi. Di samping itu, efek kopi bisa meningkat hingga 2 kali lipat ketika ditambah gula.
PAHAMI PENYIMPANAN KOPI
Untuk kopi bubuk, masa penyimpanan ideal adalah 2 minggu. Untuk biji kopi yang telah di sangrai, masa simpan ideal 1-2 bulan (sebelumnya biarkan *istrirahat* selama 2 minggu untuk kurangi kadar karbodioksida).
FAKTA KOPI
Dalam riset pada 2018, konsumsi kopi hitam biasa (tanpa gula) 1-5 cangkir per hari bisa mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Pada orang-orang yang telah memiliki gangguan jantung, konsumsi kopi juga tidak berpengaruh pada keparahan penyakit.
Kebiasaan ngopi bisa berpengaruh pada tekanan darah. Dalam riset yang dilakukan pada 2016, orang-orang dengan hipertensi (tekanan darah tinggi) terkontrol tidak dianjurkan mengonsumsi lebih dari 3 cangkir per hari
Ada kelainan gen yang bisa mengakibatkan seseornag memiliki metabolisme kafein yang tidak baik. Pertama, kombinasi gen CYPIA1 (enzim yang berfungsi mencerna 95 persen kafein yang dikonsumsi) dan AHR (mengontrol produksi enzim CYPIA2). Metabolisme kafien dalam tubuh lebih lama.
Kedua, abnormal gen ADORA2A yang membuat tubuh sensitif pada kafein. Tubuh bereaksi berlebihan ketika mengonsumsi kafeun. Misalnya, tidak bisa tidur hanya karena minum satu gelas kopi.

Sumber: Jawa Pos, 24 Desember 2019. Hal 7