SURABAYA, Jawa Pos – Musim hujan tiba, perkembangbiakan nyamuk kian meningkat. Umumnya, nyamuk-nyamuk senang meletakkan telurnya yang kemudian menjadi jentik di genangan air. Jentik-jentik tersebut lalu berkembang biak menjadi nyamuk yang bisa membawa beberapa jenis penyakit. Misalnya, DBD atau malaria.

Masyarakat perlu melakukan langkah antisipasi dengan bermacam-macam cara. Salah satunya pengontrolan jentik secara biologi melalui pemeliharaan ikan pemangsan jentik. Jenis ikan yang dikenal sebagai pembasmi jentik, antara lain, ikan cupang.

Nah dari penelitian tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra, yaitu Natania Disa Ariesta Andriani, Jonathan Loody, dan Bimo Rafi Prayogo, ada beberapa jenis ikan lain yang juga efektif untuk mengendalikan pertumbuhan jentik nyamuk. Yaitu, ikan lemon, ikan kapiat, ikan kepala timah, dan ikan setan hitam.

Natalia menjelaskan penelitiannya tentang ikan lemon dan kapiat, “Dua jenis ikan tersebut melahap 24 jentik hanya dalam hitungan empat menit,” paparnya. Dua jenis ikan itu cukup mudah didapatkan di pusat penjualan ikan hias dengan harga terjangkau. Hasil penelitian Jonathan dan Bimo pada ikan kepala timah dan ikan setan hitam pun demikian. “Beberapa menit saja puluhan jentik ludes dimangsa,” kata Jonathan saat di temui di ruang laboratorium para sitology FK UC kemarin (17/1).

Mahasiswa semester VIII itu menuturkan, pengontrolan jentik nyamuk secara biologi tersebut bisa diaplikasikan di mana saja. Caranya pun terbilang mudah. Ikan dipelihara di kolam atau akuarium. Secara berkala, ikan tersebut dipindahkan ke air yang ditengarai jadi tempat pertumbuhan larva nyamuk. Misalnya, bak mandi.

Dosen pembimbing bidang parasitology FK UC hebert Adrianto menerangkan bahwa pemeliharaan empat jenis ikan hasil penelitian mahasiswanya itu bukan satu-satunya cara. Ada beragam cara lain yang bisa dilakukan sebagai pencegahan. Di antaranya, pembersihan lingkungan. Juga pembasmian nyamuk dewasa dengan pengasapan menggunakan bahan kimia (fogging).

Namun mengandalkan pembasmian dengan bahan kimia saja tidak efektif bisa membuat nyamuk resistan (kebal). “Perlu langkah pencegahan yang komprehensif. Salah satunya lewat pemeliharaan ikan-ikan predator jentik,” urainya. (his/c6/nor)