Parade Kostum di Kala Hujan
4 Agustus 2024. Hal. 7
JEMBER – Hujan dan udara dingin tak menyurutkan kemeriahan hari pertama Jember Fashion Carnaval (JFC) 2024 Jumat (2/8) siang lalu. Parade fashion tahunan itu diawali dengan pawai World Kids Carnival. Sesuai namanya, para model anak-anak berjalan menyusuri ruas Jalan Sultan Agung hingga ruas Jalan Gajah Mada, Jember. Aneka kostum menyertai tingkah polah dan gaya mereka. Mereka tetap bergaya dan tersenyum di bawah guyuran hujan.
Tahun ini, JFC mengusung tema Algorithm. Ada 10 defile atau subtema kostum yang diangkat dalam tema besar Algorithm. Yakni wayang, chess (catur), betta fish (ikan cupang), zodiac, Versailles, fairy (peri), media, Rio Carnival, climate change, dan Jember.
Dalam defile wayang, para model cilik tampil ningrat sekaligus atraktif dengan kostum-kostum yang terinspirasi tokoh pewayangan. Ada motif gunungan, kain batik, aksesori metalik atau berwarna metalik, hingga mahkota yang sering dipakai tokoh cerita wayang. Beberapa defile tampak meriah bak karnaval itu sendiri. Misalnya defile Rio Carnival yang terinspirasi festival dan perayaan di Rio de Janeiro, Brasil. Aksen floral dan warna-warni meriah macam pink dan kuning seolah menjadi pencerah kala hujan mengguyur Jember. Ada pula defile fairy, yang menggabungkan elemen fantasi sosok peri bersayap dengan nuansa hijau alami bersaput warna metalik.
Defile betta fish atau ikan cupang pun tak kalah menarik. Sesuai namanya, warna kustom di dominasi gradasi merah, biru, dan ungu, warna yang kerap muncul pada ikan cupang.
Sementara itu, defile Versailles terinspirasi nama istana di Prancis. Arsitektur klasik serba emas diterapkan sebagai ornamen dan aksen di kostum. Tak ketinggalan, ada defile media di mana kostum yang ditampilkan terinspirasi dari media massa, baik konvensional maupun terkini. Contohnya, kostum dengan bagian punggung dihiasi sampul majalah.
Ada pula defile zodiac yang desainnya menyerupai simbol 12 rasi bintang. Ada manusia kuda atau centaurus pemanah yang melambangkan zodiak Sagitarius.
Presiden JFC Budi Setiawan mengungkapkan, defile tema Algorithm dibuat oleh para desainer asli Jember. “Sebelumnya mereka riset terkebih dahulu konsep desain kostum yang pas untuk masing-masing defile,” jelasnya.
Lebih lanjut, pria yang akrab dipanggil Iwan itu mengungkapkan, pihaknya mewajibkan 30 persen bagian kostum terbuat dari bahan daur ulang. Pawai JFC 2024 berlanjut tadi malam (3/8) dengan Artwear Carnaval dan Grand Carnaval yang akan berlangsung hari ini (4/8). (qal/cl7/len)
Impian di Kota Besar
4 Agustus 2024. Hal. 7
TANGERANG – Gedung-gedung tinggi di kota besar, jalanan, serta impian mereka yang ada di kota menjadi sumber inspirasi Dana Maulana dan Michael Simiadi untuk koleksi Spring-Summer 2025 Danjyo Hiyoji. Koleksi yang diperagakan tadi malam dalam JF3 Fashion Fest 2024 di Summarecon Mall Serpong itu masih membuat DNA desain Label Danjyo Hiyoji: urban, muda, dan dinamis.
Garis atau stripe menjadi motif dominan di koleksi kali ini. “Inspirasinya dari gedung tinggi diperkotaan. Ada yang garis tebal, ada yang tipis, untuk mengekspos karakteristik individual pemakai,” papar Michael, desainer Danjyo Hiyoji, usai fashion show.
Koleksi Spring-Summer 2025 Danjyo Hiyoji masih sarat dengan potongan yang muncul di koleksi pendahulunya. Misalnya oversized dan asimetris. Kemeja, blus, topi baret, serta dress tampak bertekstur berkat draperi, anyaman, dan jahitan asimetris.
Jika dibandingkan dengan koleksi sebelumnya, koleksi Spring-Summer 2025 memang cenderung lebih “aman” alias tidak eksperimental. “Lebih menonjolkan aspek kemudahan berpakaian sih. Sama praktis juga,” ujar Dana selaku CEO Danjyo Hiyoji. (c17/len)

