Jennie M Xue_Dari Manajer Jadi Pemimpin.Tabloid Kontan.19 Juni-25 Juni 2017.Hal 27 001-page-001

Bagi para manager yang dipromosikan sehingga “melompat” dari level unit ke level korporat sering kali mengalami culuture shock. Transaksi tersbut perlu ditangani dengan hati-hati dan konfiden. Pakar HR Michael Watkins berpengalaman menemukan adanya 7 hal penting dalam transisi manajer unit kepada pimpinan korporat. Apa saja?

Satu, jebakan overmanaging unit yang dikenal dan úndermanaging´divisi-divisi lain. Dari spesialis menjadi generalis memang merupakan lompatan jauh dan sering kali membingungkan karena “panggilan” dari posisi sering kali terasa lebih kencang. Padahal, undermanaging unit-unit yang kurang dipahami dapat diatasi dengan belajar bertanya secara tepat sehingga apa yang belum dipahami dapat terjawab dalam proses belajar.

Untuk mengatasi hal ini, seorang pemimpin korporat perlu mengenali sub-kultur, metriks dan teknologi alias “bahasa” yang dimiliki semua fungsi di dalam setiap unit, sehingga ia dapat berkomunikasi dan melakukan supervisi sebgaiamana dibutuhkan.

Dua, dari analisis menjadi integrator. Memimpin uit berarti sangat spesifik dan mengandalkan keterampilan mengalisa. Sedangkan pemimpin koroprat mempunyai tugas mengintegrasikan berbagai fungsi agar tercipta harmoni dan sikronisasi.

Ia perlu mengenali pendektan-pendekatan dalam menyeimbangkan derap kerja setiap unit. Misalnya, unit pemasaran perlu mengenali kemampuan produksi sehingga jumlah order dapat dikerjakan dan sebaliknya.

Tiga, dari manajer taktis menjadi pemimpin startegis. Sebagai manajer unit, fokus adalah aktivitas-aktivitas taktis per unit dan lingkup tanggung jawab terbatas. Pola pikirnya terbatas dlam satu lingkup saja tanpa perlu terlalu memperdulikan unit-unit lain.

Sebagai pemimpin korporat, ia perlu mengenali berbagai pola, struktur, proses, dan eksekusi serentak. Intinya, ia perlu mengenali bagaimana satu perubahan mempengaruhi unit-unit lain dan korporasi secara keseluruhan. Satu unit tidak berjalan baik, sistem korporasi keseluruhan terpengaruh.

Empat, dari pemecah masalah menjadi pendefinisi masalah seblum masalah terjadi. Untuk itu, seorang pemimpin korporat perlu mengenal big picture industri dan ekonomi makro yang mempengaruhi industri.

Dalam operasional pengusaha, perlu juga dikenali masalah-masalah di grey area, seperti faktor-faktor motivasi agar semua unit berjalan optimal. Setiap organisasi punya berbagai masalah yang perlu didefinisikan dari awal, sehingga eksekusi berjalan dengan kesadaran akan berbagai risiko (risk management).

Diplomasi holistik

Lima, dari seorang warrior menjadi seorang diplomat. Mengelola sebuah unit hanya mempertimbangkan berbagai kemungkinan pencapiaan gol belaka. Dengan kata lain, seorang manajer hanya perlu menjadi warrior dalam satu hal.

Seorang pemimpin korporat perlu mengenali berbagai isu dan menjalin aliansi sambil mengatasi bebrbgai masalah kompleks yang saling bertalian satu sama lain. Selain itu, ia juga perlu membangun kepercayaan internal dan eksternal. Ia perlu memiliki kemmapuan untuk berkomunikasi dengan baik.

Enam, metode komunikasi berubah dari persnoel menjadi komunikasi massa. Jadi, pandangan sempit per fungsi perlu diperbahrui dengan pandangan holistik yang disampaiakn secara masal. Dulu mungkin sangat mudah untuk meladeni pertanyaan dari anak buah satu per satu. Kini, berbagai isu di kumpulkan dan tanggapan diberikan melalui berbagai forum resmi, sehingga tidak membuang terllau banyak energi.

Tujuh, dulu satu fungsi, kini cross-functional, sehingga perlu kenali banyak keterampilan baru tanpa mendalami secra berlebihan. Sebagai pemimpin korporat, Anda tetap perlu mengenali skill-skill inti yang sangat mempengaruhi jalannya roda bisnis. Untuk itu, kenali setiap skill hingg kedalaman memadai.

Dengan kata lain. Anda perlu kenali lebih dari sekedar tahu” namun kurang dari “eksekusi”menyeluruh dari A sampai Z.” Pemahaman mendalam tentang cara kerja berbagia fungsi dan keterampilan akan sangat membantu pendefinisan masalah dan pengambilan keuptusan.

Analoginya, Anda perlu tahun betul kualitas terbaik sebuah produk. Dengan demikian, Anda juga lebih sulit untuk “ditipu” oleh mereka yang mengaku mampu eksekusi, namun ternyata hanya “ sekedar tahu”.

Akhir kata ekonomi dan ahli matematika Eric Weinstein pernah berkata bahwa seorang (pemimpin) jenius bukan berarti yang terbaik namun menajalankan sesuatu secara berbeda. Genius is not about excelling at something. It is about things diiffently.

Bagaimana Anda menjlankan kepemimpinan secara holistik di tingkat korporat akan sangat menentukan arah bisnis dan ujungnya akan mempengaruhi kondisi ekonomi makro. Perdalam kemampuan menganalisa dan diplomasi holistik saat ini juga. Skill ini dapat lontarkan karier Anda.

Sumber: Tabloid Kontan. 19-25 Juni 2017. Hal. 27