Dari Titisee sampai Eiffel. Kompas. 24 Agustus 2017. Hal.8 001-page-001

Berlibur ke Eropa selalu memberikan pengalaman yang susah dilupakan. Disana ada banyak tempat yang amat menyenangkan untuk dipandang dan dikunjungi. Eropa Barat, misalnya “berkumpul” sejumlah Negara yang memeram berbagai karya seni dan keindahan alam.

Jika sampai di Eropa, pergilah ke Jerman. Di bagian selatan Negeri Panser ini terdapat danau cantik benrama Titisee. Danau yang luasnya sekitr 1,3 kilometer persegi ini dipagari hutan Blackforest yang menjadi destinasi wisata alam yang menyegarkan.

Alkisah, nama Titisee berasal dari Titus, sang Kaisar Romawi. Danau ini berasa di ketinggian 858 di atas permukaan laut dengan kedalaman sekitar 40 meter. Diperkirakan Danau Titisee mulai terbentuk pada 10 ribu tahun lalu saat gletser meleleh.

Pemukiman di kawasan Danau Titisee mulai terbentuk sekitar 1929 di daerah yang disebut Viertaler (empat lembah). Adapun stasiun kereta api di Titisee mulai dibangun pada akhir abad ke-19.

Mumpung masih di Jerman, kunjungi pula Kastel Neuschwanstein. Ini adalah kastel Bavaria yang dibangun pada abad ke-19 oleh Raja Ludwig II. Letaknya di puncak pegunungan dekat Hohenschwangau dan Fussen di Bayern di bagian barat daya.

Konon, kastel ini dibangun sebagai tempat peristirahatan saja yang pemalu san suka menyendiri. Setelah sang raja wafat pada 1886, masyarakat umum mendapat izin untuk mengunjungi kastel ini. Saat musim panas, wisatawan yang mampir ke kastel ini bisa mencapai lebih dari 6.000 orang per hari.

Interior Kastel Neuschwanstein amat megah dan terdapat banyak benda seni bernilai tinggi, termasuk furniture mewah, lukisan, dan mural. Meski demikian ada banyak ruangan yang belum sempat diselesaikan pembangunannya. Neuschwanstein disebut sebagai simbol era romantisme.

Singgah beberapa hari di Eropa, sayang rasanya jika kita tidak menyambangi kota-kota wisata mainstream yang memiliki ikon-ikon gaya hidup atau properti dunia. Misalnya , kita bisa datang ke desa nelayan tradisional di Volendam, Belanda, dan dilanjutkan mengunjungi pabrik pengasahan berlian yang cukup terkena di Negeri Kincir Angin ini.

Kita juga bisa melangkahkan kaki ke Belgia untuk mengunjungi Cathedral of Our Lady yang merupakan gereja Katolik Roma bergaya gotik, Carolus Borromeuskerk Church, dan Theaterplein Market. Selain itu, kita bisa mampir di Paris untuk menatap Arch De Triomphe, Place De La Concorde, Champs Elysees, Notre Dame Cathedral, Des Invalides, dan berfoto dengan latar Menara Eiffel.

Agar semua rencana perjalanan ini terlaksana dengan baik, kita bisa memanfaatkan paket yang ditawarkan Avia Tour. Selamat jalan-jalan.

 

Sumber: Kompas. 24 Agustus 2017. Hal 8