Lebih Susah Tarik Duit Masuk. Kontan. 25 Juli 2016. Hal.1

Dato’ Sri Tahir

CEO Mayapada Group

Menurut cerita dikalangan pelauk usaha, pendaftaran tax amnesty tidak rumit. Sebab, pelayanan pajak kita beberapa waktu terakhir memang mulai membaik. Makanya, dalam waktu dekat saya juga akan mendaftar program tersebut.

Kerumitan justru akan terjai di tingkat pmerintah dalam upaya menarik dana di luar negeri. Saya membagi pengusaha sasaran tax amnesty dalam empat kategori. Duit dari tiga kategori di antaranya, kemungkinan besar sulit kembali.

Pertama, pengusaha yang sudah berbisnis lama di luar negeri, misal sejak 30 tahun yang lalu. Ibarat kata, mereka ini dari berbisnis bumbu pecel lalu duitnya disimpan di luar negeri.

Kedua, para koruptor.Meskipun soal kerahasiaan dijaga, saya pikir mereka ini punya beban psikologis.

Ketiga, pengusaha yang takut kena depresiasi. Mereka ini enggak mau uangnya susut kalau dibawa ke dalam negeri.

Alhasil, tersisa satu kategori pengusaha yang kemungkinan duitnya bisa ditarik ke dalam negeri, yakni eksportir. Prediksi saya, total duit mereka Rp 150 triliun – Rp 200 triliun.

Asal tahu saja, para eksportir itu banyak yang menyimpan dana di Singapira. Alasannya, pajak keuntungan Singapura mirip Hong Kong, yakni 14%-16%. Sementara di Indonesia 25%. Makanya, 80% offshore ank Singapura adalah uang Indonesia.

Agar lebih mudah menarik dana eksportir, saya menyarankan pemerintah membarengi tax amnesty dengan pemangkasan pajak keuntungan. Menurut saya, tidak masuk akal.

Sumber : Kontan, 25 Juli 2016, Hlmn 1