SURABAYA – headpiece menjadi andalan fashionista untuk memberi kesan mewah dan sedikit dramatis. Setelah muncul aksesori kepala bergaya etnik dengan detail seperti akar yang mencengkram, desainer asal Surabaya Grace Setyo Liem menggebrak dunia mode dengan LED headpiece.
Desainer yang pernah mengikuti kursus mode di Paris, Prancis, itu menciptakan headpiece dengan konsep futuristis. Aksesori yang bisa menyala dengan menggunakan remote tersebut pernah dikenakan Zaskia Gotik, Ayu Tingting, dan Cita Citata pada ulang tahun salah satu TV swasta.
Ada empat macam aksesori kepala yang dilengkapi lampu LED. Satu berbentuk mahkota (crown), tiga lainnya bertema futuristic.
Setiap LED headpiece menampilkan nyala lampu yang berbeda. Warna – warni neon seperti hijau terang, tosca, dan oranye membentuk desain yang manis. Bias warna semakin hidup saat bersentuhan dengan serpihan cermin akrilik yang sengaja disusun asimetris.
Headpiece itu, menurut dia, menggunakan lampu LED EL wire supaya memberikan sinar yang terang dan memukau saat dinyalakan di panggung dengan pencahayaan minim. Lampu LED ditempelkan pada rangka kawat yang dibungkus pasta khusus untuk aksesori. “terdapat remote untu menyalakan dari jarak jauh,” papar pemilik brand G-Liem tersebut.
Grace juga pernah menorehkan prestasi dari LED headpiece karyanya pada event ternama pada Cannes Red Carpet Fashion & Film Award yang diselenggarakan di Prancis. Crown LED headpiece berbentuk mahkota dengan detail bordir klasik yang permukaannya dihias puluhan batu Swarovski dan Mutiara.
Karyanya itu dipadukan dengan busana karya Anniesa Habuan yang juga dilengkapi LED pada detainya. Alhasil, kolaborasi itu berbuah penghargaan Best Fashion Designer.
Pada pembuatan LED headpiece, menurut dia, setiap komponen dilem dan dijahit dengans sangat hati – hati. Tingkat kesulitannya ada pada pemasangan lampu LED itu sendiri. Sebagai sumber tenaga, Grace menggunakan baterai berkapasitas 12 volt yang ditanam pada alas atau topi mahkota. Khusus crown LED headpiece, dia membutuhkan waktu sebulan untuk merampungkan karyanya itu.
Desainer kelahiran Surabaya, 6 Januari 1976, tersebut memiliki mimpi meciptakan headpiece yang lebih spektakuler. “saya ingin ketika headpiece dikenakan bisa menyala sekaligus bergerak dengan dikendalikan remote,” beber desainer yang saat ini mengerjakan proyek milik Ivan Gunawan untuk Agustus tersebut.
Sumber: Jawa-Pos.-Hal-36

