Sebuah lingkungan yang nyaman dan aman bagi orang lanjut usia (lansia) akan menyumbangkan kebahagiaan dan harmoni bagi keluarga secara keseluruhan. Lansia mengalami kemunduran fisik dan psikologis yang perlu dipahami dan membutuhkan perawatan serta perhatian khusus.
Itulah yang mendasari perusahaan bahan bangunan SGC Group (Thailand) merumuskan produk dan layanan desaain rumah ramah lansia berlabel SGC Elderly Solution. Setiap lansia memerlukan solusi yang spesifik. SGC menawarkan desain yanng dipersonalisasikan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Salah satu solusi keamanan dan kenyamanan untuk beraktivitas di kamar mandi.
Analisis kesehatan
Sebelum merancang solusi ruang bagi lansia di rumah, terlebih dahulu dilakukan tes fisiologi secara akurat untuk menganalisis tingkat kesehatan fisiknya, mulai dari kesehatan mata, cara berjalan, kekuatan kaki, dan motorik lainnya. Berdasarkan kriteria kesehatan fisik itu SGC membagi lansia dalam tiga kelompok: hijau mewakili kesehatan yang baik dan kemampuan untuk mandiri, kuning mewakili mereka yang membutuhkan bantuan alam kegiatan sehari-hari dan harus berhati-hati dengan kesehatannya, oranye mewakili orang tua yang tidak mampuu melaksanakan beberapa kegiatan sehari-hari tanpa bantuan.
Secara umum kamar mandi lansia disarankan didesain dengan tambahan perangkat alat bantu, produk sanitari yang dirancang khusus atau ditempatkan pada ketinggian yag sesuai dengan tingkat ergonomis lansia. Berikut rincian kamar madi ramah lansia yang ditawarkan.
BEDA WARNA
Kemampuan daya lihat lansia umumnya menurun. Untukitu perlu diberikan perbedaan warna yang cukup kontras tapi tidak mencolok antara area basah (kotak mandi/ shower) dan area kering (wastafel dan closet) di kamar mndi. Misalnya, melalui perbedaan warna keramik dan cacat dinding.
LANTAI RATA
Pemisahan area kering dan basah pada kamar mandi lansia sebaiknya tidak menggunakan perbedaan ketinggian lantai (leveling). Usahakan permukaan lantai sama rata antara kedua area untuk mencegah lansia tersandung. Tempatkan lubbang saluran air (floor drain) sepanjang batas kedua area untuk mengalirkan kelebihan air dari tempat mandi (shower) agar tidak sampai mengalir ke area kering.
TEMPAT DUDUK
Bagi lansia yang memiliki keterbatasan fisik untuk mandi sambil berdiri di bawah pancuran, bisa ditambahkan tempat duduk di area shower. Tinggi dudukan yang nyaman 45 cm dari lantai. Desain tempat duduk disarankan cukup fleksibel untuk dipasang dan dilepaskan atau berupa kursi ringan namun aman yang mudah dipindah-pindah.
PEGANGAN
Lansia yang sudah tidak bisa mandiri membutuhkan banyak peganagan saat beraktivitas dikamar mandi. Tempatkan pegangan di sekitar wastafel, closet atau urinal dan are shower. Rancangan pegangan di sekitar wastafel, closet atau urinal dan area shower. Rancang pegangan disekitar wastafel dan closet lebih fleksibel untuk dinaik-turunkan agar tidak menggangu saat tidak diperlukan. Sedangkan pegangan di area mandi dapat dibuat permanen menempel didinding. Hindari bentuk-bentuk yang menyiku untuk menghindari cedera pada lansia. Bahan pegangan dapat dibuat dari kayu dengan sedikit tekstur agar terasa lebih hangat dibandingkan material logam yang cenderung dingin dan berkesan seperti dirumah sakit.
TINGGI DUDUKAN
Tinggi dudukan toilet (closet) yang nyaman 45 cm dari lantai. Jika standar produk closet hanya 38-40 cm, tambah-kan lapisan dudukan yang cukup tebal di atas mangkok closet. Pilih closet yang memiliki tuas flushing di tangki bagian depan agar lebih terjangkau oleh lansia. Sistem tuas lebih mudah digerakkan lansia dibandingkan model flushing dengan tombol atau kenop.
MANUVER KURSI RODA
Pertimbangan luasan kamar mandi bisa mengakomodasi lansia dengan kursi roda. Minimal luas 2,2 x 2,4 m2 yang memungkinan manuver kursi roda berdiameter 150 cm di depan wastafel. Produk wastafel dapat dipilih yang memiliki lengkungan ke dalam pada bagian depan depan agar lansia berkursi roda dapat lebih dekat menjangkau. Tinggi wastafel ditempatkan 80 cm di atas lantai.
Sumber: Housing-Estate.Vol_.XI_.No_.121.September-2014.Hal_.92-93

