Sumber : https://www.kawalsurabaya.com/gaya-hidup/3312413992/deteksi-dini-kanker-mulut-masih-rendah-uc-perkenalkan-layanan-halo-uc-dok

Deteksi Dini Kanker Mulut Masih Rendah, UC Perkenalkan Layanan “Halo UC Dok”

4 Maret 2026

KAWALSURABAYA.COM –  Luka di mulut yang tak kunjung sembuh sering dianggap sariawan biasa. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal kanker rongga mulut yang kerap terlambat terdiagnosis di Indonesia.

Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) mencatat kanker bibir dan rongga mulut masih termasuk dalam kasus kanker yang ditemukan di Indonesia.

Sejumlah studi klinis juga menunjukkan banyak pasien baru memeriksakan diri ketika kondisi sudah memasuki stadium lanjut karena gejala awal sering dianggap sepele.

Merespons kondisi tersebut, Universitas Ciputra Surabaya meluncurkan program baru bertajuk “Halo UC Dok”, sebuah wadah konsultasi kesehatan interaktif yang terbuka untuk masyarakat umum dan disiarkan langsung melalui TikTok Official Universitas Ciputra Surabaya.

Program ini hadir secara rutin setiap ?Minggu, Rabu untuk konsultasi kesehatan gigi dan mulut. Kamis untuk konsultasi kesehatan umum.

Dalam format live selama satu jam 15.30 – 16.30 WIB  di Tiktok, masyarakat dapat bertanya langsung kepada dokter secara real-time tanpa biaya.

Pada edisi perdana konsultasi gigi, dua dokter spesialis penyakit mulut, drg. Karlina Puspasari dan drg. Nurfitri Amaliah, akan membahas tanda bahaya luka di rongga mulut yang sering diabaikan.

“Sariawan normal biasanya sembuh dalam 7–14 hari. Jika lebih dari dua minggu tidak membaik, apalagi disertai perubahan warna atau jaringan terasa keras, itu perlu diperiksakan,” jelas drg. Karlina.

Menurut drg. Nurfitri, keterlambatan pemeriksaan sering terjadi karena masyarakat tidak merasakan nyeri pada tahap awal.

“Kanker rongga mulut pada stadium awal sering tidak terasa sakit. Justru karena tidak nyeri, orang menunda pemeriksaan. Edukasi seperti ini penting agar masyarakat lebih peka terhadap perubahan di tubuhnya sendiri,” ujarnya.

Michael Hery Tera, Vice Rector for Operations, Technology, and Resources Universitas Ciputra,  menyatakan bahwa melalui “Halo UC Dok”, Universitas Ciputra tidak hanya menghadirkan edukasi, tetapi juga membuka akses konsultasi yang lebih mudah, cepat, dan relevan dengan kebiasaan masyarakat di era digital.

“Halo UC Dok adalah wujud komitmen Universitas Ciputra dalam memperluas literasi kesehatan masyarakat Indonesia. Kami ingin berperan aktif bukan hanya dalam pendidikan formal, tetapi juga dalam memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan publik melalui akses konsultasi yang mudah dan terpercaya,” terangnya.

Program ini diharapkan menjadi jembatan antara tenaga medis dan publik, sekaligus mendorong budaya deteksi dini sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat. (*)