Mari, buat sudut penarik perhatian dalam ruang dengan sesuatu yang baru yakni mural – lukisan pada dinding.

Jelang Idul Fitri, banyak orang akan mulai rajin mempercatik tempat tinggalnya. Berbagai hiasan dan dekorasi siap memenuhi hunian untuk menarik perhatian para tetangga dan sanak saudara yang berkunjung. Misalnya, dengan memasang wallpaper atau pajangan pada sebidang dinding. Ah, jangan lagi gunakan wallpaper dengan beragam motif. Sudah saatnya kita mencoba sesuatu yang baru dan tergolong unik sebagai penghias dinding rumah.

Sepintas, cara memasang wallpaper memang tergolong mudah dan diterapkan banyak pemilik rumah. Namun, tak ada salahnya Anda memberikan effort lebih untuk tampilan rumah yang lebih dinamik. Mural atau lukisan pada dinding, merupakan salah satu idenya. Adanya mural dalam rumah, tak hanya sebagai pemanis dalam rumah, tetapi juga dapat menjadi sudut penarik perhatian dan tentu saja dapat dimanfaatkan sebagai area keren untuk berfoto ria saat Lebaran tiba.

Ya, seperti rumah milik pasangan Fizky Ismanto dan Septia Erianty di Lombok ini. Sebagai pasangan pekerja seni, suami yang desainer grafis dan isteri desainer perhiasan mutiara, pasangan ini mengaku sangat jatuh cinta dengan karya-karya tangan yang berasal dari pikiran orisinal sang seniman. Seperti ruang santai dalam hunian mereka yang di desain dengan mural karya seniman mural terkenal asal Lombok yakni Altha Rivan, founder dan owner dari Paerstud.

Menurut Altha, panggilan akrabnya, mural dapat digunakan sebagai bagian pendukung interior sebuah bangunan. Mural dengan ilustrasi yang bagus tentu dapat menghidupkan suasana ruangan yang tadinya “kosong” serta dapat memberikan identitas yang kuat terhadap bangunan bahkan karakter pemilik rumahnya sendiri.

 

Tips Menghias dengan Mural di Rumah

Altha menyampaikan bahwa ada tiga hal penting yang mesti diperhatikan ketika Anda memutuskan untuk menggunakan mural dalam rumah.

  • Tentukan image apa yang ingin ditonjolkan.

Tidak ada aturan yang baku untuk jenis gambar di tiap-tiap ruang. Semua tergantung dari karakter pemilik rumah. Merujuk pada rumah pasangan Rizky dan Septia, potret keluarga dijadikan sebagai gambar mural di ruang santai mereka.

  • Sesuaikan dengan warna dan gaya rumah.

Perhatikan tiap furnitur yang berada di lokasi yang akan dipasang mural. Perkirakan apakah cocok bila area tersebut dihiasi mural atau tidak. Selain itu, perhatikan gaya rumah yang diusung. Untuk gaya rumah industrial seperti milik Rizky dan Septia, memang identik dengan warna-warna gelap yang solid. Oleh karena itu, untuk memberikan warna cerah pada salah satu sudut rumah namun tetap terkesan “berat” khas industrial, pasangan ini memilih memasang mural art colorful yang penuh dengan makna di salah satu dinding ruang santainya.

  • Harus ergonomis.

Menurut Altha, ukuran mural harus disesuaikan dengan kenyamanan orang ketika melihatnya. Jangan terlalu besar ataupun terlalu kecil. Semua harus proporsional.

 

Mudah Pembuatan dan Perawatannya.

  • Bagi yang ingin memasang mural untuk menyambut hari raya Lebaran, tak perlu khawatir tidak selesai tepat waktu. Pasalnya sang desainer mural hanya membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua minggu untuk menghasilkan satu mural di satu ruangan. Untuk bahan dasar dindingnya pun bisa beragam. Mulai yang bermaterial halus, semen, nata, kaca, sampai kayu, semua bisa dipasangi mural.
  • Untuk perawatannya, mural mendapat perlakuan yang sama seperti lukisan kanvas. Perlu restorasi minimal lima tahun (tergantung kualitas dinding dan cat yang digunakan). “Jika muralnya ditempatkan di posisi yang ideal, dalam artian bagus secara estetika ruangan, jauh dari resiko kelalaian manusia, dan suhu ruangannya pas, pasti mural akan bertahan lama,” ungkap Altha.

 

 

Sumber: Idea.Edisi 169 Juni 2017.Hal 48-49