Sumber: Jawa Pos

Dipicu Stress karena Tugas hingga Ekspektasi Ortu

13 Oktober 2025

SURABAYA-Kesadaran mahasiswa akan kesehatan mental semakin meningkat beberapa tahun terakhir. Mereka tidak malu lagi datang ke psikolog untuk curhat tentang masalahnya. Kampus dan rumah sakit mencatat anak muda yang memakai layanan konseling rata rata stres karena tekanan tugas, ekspektasi dari orang tua (ortu), dan konflik pertemanan

Naik Dua Kali Lipat
Psikolog Universitas Ciputra (UC) Surabaya Livia Prajogo mengatakan, banyak mahasiswa baru (maba) yang mengalami
kecemasan karena proses adaptasi. Menurut dia, maba masih mencari jati diri, tapi sudah dihadapkan pada tekanan tugas dan ekspektasi orang tua. “Itu sering memicu stres dan rasa tidak percaya diri,” ujarnya.

Awarness atau kesadaran mahasiswa mencari bantuan psikologis terus meningkat. Di UC Surabaya, jumlah mahasiswa yang memanfaatkan layanan konseling Student Welfare naik dua kali lipat dalam dua bulan terakhir. Jika biasanya hanya sekitar 20 mahasiswa per bulan, saat ini mencapai 40 orang. Bahkan, hingga pertengahan Oktober ini, sudah 30 mahasiswa yang lebih dulu menjadwalkan sesi curhat. Mereka juga tidak malu untuk datang dan melakukan konsultasi.

Mental Health Month
UC menggelar Mental Health Month 2025 bertema Healing, Growing, and Shining at Own Pace. Kegiatan yang berlangsung sepanjang Oktober itu diisi dengan talkshow, kelas manajemen stres, dan booth interaktif yang mengajarkan pengenalan emosi serta pentingnya mencintai diri sendiri atau self love. “Kami ingin mahasiswa belajar mengenali perasaan mereka sendiri. Kampus harus jadi ruang amanuntuk bicara tanpa takut distigma,” terang Stefany.

Pasien Muda
Dokter Spesialis Jiwa RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) dr Riko Lazuardi Sp KJ mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir, pasien yang berkunjung ke poli kejiwaan sekitar 20-30 persen. Sebulan, totalnya ada 800-1100 pasien yang datang ke RS. Dari data itu, 30 persennya adalah pasien usia di bawah 30 tahun. “Naik signifikan setahun terakhir ini,” ucapnya.

Gangguan yang paling sering dialami anak muda adalah depresi, kecemasan, serta perilaku menyakiti diri sendiri (self-harm). “Tren self-harm memang sempat tinggi tahun lalu, sekarang cenderung menurun. Tapi masih ada yang melakukannya diam-diam,” kata Riko.

Konflik Pertemanan
Menurut Riko, pemicu terbanyak gangguan kesehatan mental pada remaja saat ini adalah konflik pertemanan dan masalah relasi. (omy/aph)