SURABAYA, Jawa Pos – Minat untuk menekuni hobi memelihara tanaman tertentu belum sepenuhnya surut. Seiring kegiatan sehari-hari yang kembali berangsur normal, penjualan berbagai jenis tanaman disebut mengalami penurunan. Dika Gita Putra Lado dari komunitas Floraholic. id menyebutkan, beberapa jenis tanaman justru masih bertahan karena tingginya peminat.

“Kaktus dan sukulen ini penjualannya masih stabil dibandingkan jenis lain yang ada penurunan daripada awal pandemi,” papar Dika saat ditemui di Cactus & Succulent Festival, Pakuwon Trade Center, kemarin (11/6).

Dika menyebutkan, penjualan bisa juga menyentuh 50 pot per hari. Hal tersebut memang dipengaruhi mudahnya perawatan kaktus dan sukulen. Penyiraman tak perlu dilakukan tiap hari. “Beberapa jenis juga punya kemampuan menyimpan air yang tinggi, jadi lebih tahan, sambungnya. Media tanam yang dibutuhkan tidak terlalu ribet.

Kaktus dan sukulen punya banyak seri yang berukuran mungil. Alhasil, tak perlu ruang besar untuk merawat keduanya. la bisa digunakan untuk hiasan di rumah maupun di meja kerja. “Kita juga coba variasikan tampilan. Misalnya, sukulen dalam gelas biar makin cantik,” ucap Tessa Octavia, penjual sukulen dari Laplante.

Untuk kolektor tanaman, kaktus punya banyak variasi jenis untuk dikoleksi. “Ini juga faktor yang bikin kaktus masih digemari,” tutur Dika. Mereka tidak bosan membeli pot-pot tanaman baru. Variasinya yang cukup beragam membuat kolektor tak mudah bosan. Bahkan, kolektor pe nasaran untuk mengawinkan dua jenis berbeda.

“Hasil bentuk bisa baru banget meski memang perlu pengalaman untuk mengawinkan sendiri ya,” tambahnya. Dika mengatakan, tingkat keberhasilannya memang di kisaran 70-80 persen. Masabunga paling memengaruhi keberhasilan perkawinan dua jenis bunga. Jika salah satu bunga sudah terlalu lama mekar, bisa jadi perkawinan gagal dilakukan. (dya/c6/ady)

 

Sumber: Jawa Pos. 12 Juni 2021. Hal.15