Dokter-Spesialis-Kandungan-Pegang-Jabatan-Tertinggi-di-Rumah-Sakit.-Kompas.25-Mei-2015.Hal.34

Bekerja dengan hati ikhlas, sabar, setia, serta selalu bersyukur adalah prinsip Prof dr R Hariadi SpOG (K) dalam menjalankan tugas.

Tidak pernah terbersit dalam angan pria kelahiran Malang tahun 1936 ini untuk menjadi CEO salah satu rumah sakit terenama di Surabaya. Pada usia belia, ia justru berkeinginan untuk berprofesi menjadi seorang guru. Namun, seiring berjalannya waktu, ketika telah tiba saatnya melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi pada 1956, Hariadi mengikuti saran kakak tertuanya yang kala itu menanggung biaya sekolah, untuk mendaftar di jurusan S-1 Pendidikan Dokter di Universitas Airlangga.

Meskipun telah mengenyam pendidikan di sekolah kedokteran, impiannya menjadi seorang guru bisa terwujud. Pada tahun 1963, ia diangkat menjadi dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Kariernya terbilang sukses hingga mengantarkannya sampai posisi Guru Besar. “Saat diberi tugas, harus dilakukan sebaik-baiknya. Dengan begitu, semua kesukaran akan teratasi,” ujar Hariadi berbagi tips sukses saat ditemui Selasa (19/5).

Perjalanan karier anak kedua dari Sembilan bersaudara ini, ternyata tidak berhenti sampai di situ. Pada 2007, sesaat setelah pension sebagai dosen, Ia justru diberi amanah mengemban tugas menadi CEO RS Husada Utama yang berlokasi tak jauh dari gedung FK Unair. Meski tidak mempunyai dasar menjadi seorang direktur, ia mengaku tak lekas berputus asa menjalani sesuatu yang baru. Baginya menjadi CEO RS Husada Utana merupakan pengalaman yang berkesan. Pasalnya, ia dihadapkan pada pengalaman baru dan dituntut untuk belajar menguasai bidang tersebut. Kekompakan, kerja sama, dan komunikasi yang baik terjalin antar pegawai di RS Husada Utama, yang membuatnya merasa senang menduduki jabatannya hingga kini.

“Dokter merupakan profesi yang mulia dan terhormat karena tugasnya mengabdikan hidupnya untuk kepentingan masyarakat. Jangan melihat dari sudut pandang berapa besar materi yang akan didapat. Seorang dokter harus mempunyai jiwa mengabdi dan tulus memberi,” pesannya. Kini, di usianya yang tak lagi muda, ia masih menyempatkan diri bersantai dengan keluarga di tengah kesibukannya mengelola RS Husada Utama.

Sumber : Kompas , 25 Mei 2015