Content Creator, salah satu pekerjaan yang pada masa ini sangat didamba-dambakan oleh banyak orang. Setiap orang tentu memiliki kesempatan yang sama dalam pekerjaan yang satu ini. Kalau di pabrik-pabrik atau pekerjaan fisik lainnya biasanya ada ‘slot’ maksimum untuk pekerja, namun tidak untuk pekerjaan yang satu ini. Menarik bukan? ya inilah mengapa banyak kaum millennial yang sekarang menginginkan pekerjaan sebagai content creator. UC Library kembali mengadakan Innovation Talk yang berjudul ‘Don’t Be A Video Creator, Be a Storyteller’ dan mendatangkan Abibayu sebagai narasumber pada Jumat, tanggal 26 Maret 2021 lalu.

Acara yang dimulai Pkl. 15.00 WIB ini diawali dengan sedikit cerita dari Kak Abibayu yang juga alumni dari IBM (International Business Management) Universitas Ciputra. Kak Abibayu merupakan Angkatan ke-3 dari Universitas Ciputra, dan sekitar tahun 2011, ia memulai karirnya sebagai seorang MC hanya untuk iseng-iseng saja. Tapi siapa sangka ternyata pekerjaan tersebut yang telah membawa Kak Abibayu menjadi salah satu content creator yang bisa dibilang sukses saat ini. Pekerjaan sebagai MC juga tidaklah mudah, dahulu dia mengaku malah tidak dibayar sama sekali, atau mungkin hanya dibayar nasi kotak. Tapi dengan ketekunannya, ia perlahan mulai mendapatkan job dari berbagai tempat seperti untuk mengisi ‘sweet seventeen’ dan banyak lainnya. Yah, pekerjaan ini akhirnya juga memberi efek ‘snowball’ dimana akhirnya berdampak kepada kehidupan pekerjaannya. Hingga 2015, akhirnya ia memberanikan diri untuk melangkah lebih maju sebagai seorang content creator hingga sekarang.

Kak Abibayu sendiri mengatakan bahwa Langkah pertama itu sangat penting untuk memulai suatu pekerjaan. Beberapa hal juga harus diperhatikan ketika ingin menjadi seorang content creator, salah satunya kita harus tahu seperti apa target audience yang kita tuju. Suatu konten itu akan percuma jika tidak tersampaikan ke penonton dengan baik, maka pastikan kalian membuatnya menjadi suatu konten yang menarik yah! Nah untuk audiencenya sendiri, kita dapat melihat contoh dari Kak Abibayu yang sering dibilang mirip seperti Park Seo Joon (salah satu artis ternama di Korea), maka Kak Abibayu akhirnya membuat video-video sesuai dengan audiencenya, yaitu lebih mengarah ke Korea, ditambah dengan komponen yang mendukung lainnya.

Sekarang, kira-kira kenapa yah kok banyak generasi millennial yang bilangnya mau bekerja tapi saat ditengah-tengah pekerjaannya, mereka jadi tidak konsisten dan kebanyakan berhenti? Pertanyaan ini kembali dijawab oleh Kak Abibayu, yah mungkin banyak generasi millennial saat ini yang masih belum memiliki tanggungan yang berat dalam hidup. Makan masih ditanggung oleh orangtua, tinggal juga kebanyakan pasti masih dengan orangtua. Sehingga kebanyakan dari mereka pasti menjadikan pekerjaan tersebut bukan sebagai kewajiban, namun hanya sebagai pilihan dan mencari kesempatan saja.

Sebenarnya ada beberapa cara untuk menangani itu semua, dan itu tergantungg dari diri kita sendiri loh! Coba deh kita berfokus kepada pertanyaan “Kenapa kok kita memutuskan untuk mulai bekerja? Apasih motivasimu dalam melangkah ke step ini? Apa sih tujuanmu?” Dan dari sana, baru kita bisa break down apa saja yang harus kita lakukan untuk mencapai tujuan tersebut dengan lebih jelas. Jangan hanya karena masalah kecil, atau mungkin konten kalian sepi, maka kalian langsung putus asa. Namun ingatlah tujuan kalian, dan perbaiki apa yang mungkin menyebabkan konten kalian belum terlalu menarik perhatian orang. Daripada putus asa, lebih baik membenarkan yang salah bukan?

Nah Terakhir nih, ada saran dari Kak Abibayu buat kalian yang baru mau memulai untuk menjadi seorang content creator, “Ingatlah bahwa kita juga harus melihat pasar dan juga apa yang sedang trend disaat itu” Contohnya sekarang ketika sedang gempar-gemparnya Dewa Kipas, maka tentu kita harus mengikuti trend tersebut. Apakah kita harus bermain catur? Tentu tidak! Tapi kita harus pintar-pintar yah untuk mencari content yang berhubungan dengan hal tersebut! Terlebih lagi, jangan sampai kalian melakukan sesuatu namun kalian tidak menyukainya. Ciptakanlah sesuatu yang dapat dinikmati oleh penonton dan juga dirimu sendiri! Hal ini juga penting karena jika kalian merasa tertekan dalam melakukan pekerjaan tersebut, maka pekerjaan tersebut hanya akan menjadi rutinitas yang mengontrol kehidupanmu!

Dalam acara ini juga dibuka donasi untuk mendukung Program Wahana Visi Indonesia membangun Perpustakaan SDN Tubangraeng, Landak, Kalimantan Barat dan total donasi yang terkumpul sebesar Rp. 635.048,00 Semoga donasi yang terkumpul bisa memberikan semangat untuk pelayanan rekan-rekan Wahana Visi dan sukacita bagi anak-anak di SDN Tubangraeng, Landak, Kalimantan Barat dalam mereka bermain dan belajar.