TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Dosen dan mahasiswa UC Surabaya melakukan research trip di Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan program Kedaireka-Matching Fund sebagai bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka memfasilitasi insan dikti (dosen dan mahasiswa) untuk berinteraksi dan belajar langsung dengan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri).
Dengan mengangkat isu Net Zero and Healthy Building, Program Studi Arsitektur Universitas Ciputra Surabaya menjadi salah Program Studi di Indonesia yang mendapat kesempatan untuk terlibat dalam program tersebut dan berkolaborasi dengan Green Building Council Indonesia, representatif Yogyakarta.

Program dijadwalkan terlaksana selama 5 bulan (Agustus – Desember 2021), dengan kontribusi output program berupa NZH assessment tool berbasis web, video edukasi, artikel ilmiah, hak cipta, dan sertifikasi untuk mahasiswa. Di dalam salah satu kegiatannya, mahasiswa dan dosen melakukan research trip untuk pengumpulan data penelitian sekaligus terlibat dalam pembuatan video edukasi di bangunan-bangunan yang merepresentasikan konsep Green Building di Yogyakarta.
4 mahasiswa dan 2 dosen yang tergabung sebagai tim peneliti, Reynald – Qui – Rahmat – Adella, beserta Susan ST., MT., GP. dan Yusuf Ariyanto ST., M.Ars., mendapat kesempatan untuk belajar dari representatif GBCI di Yogyakarta Ir. Daud Tjondrorahardja, MBA, GP., langsung di lokasi bangunan yang memiliki fitur-fitur passive design untuk mendukung terciptanya NZH. Bangunan-bangunan tersebut diantaranya adalah Hotel Greenhost, Yogyakarta International Airport (YIA), dan 101 Hotel.
Melalui research trip ini, dosen dan mahasiswa UC Surabaya mendapat berbagai insight untuk aplikasi passive design yang mendukung terciptanya NZH, seperti konsep Creative Farming di Greenhost, glazing system yang dapat membantu mengurangi penggunaan energi untuk pencahayaan dan pendinginan di YIA, serta penggunaan shading device pada 101 Hotel. (*)

