https://rri.co.id/daerah/132471/dosen-psikologi-uc-lato-lato-asah-motorik-anak?utm_source=news_main&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign
KBRN, Surabaya : Demam permainan lato-lato kini menjadi viral dimana-mana. Tidak hanya dimainkan anak-anak, orang dewasapun ikut memainkan permainan tersebut. Stefani Virlia, S.Psi., M.Psi., Psikolog yang juga kepala program studi psikologi Universitas Ciputra (UC) Surabaya mengatakan daripada anak-anak bermain gadget, permainan lato lato bisa menjadi alternatif permainan anak-anak untuk melatih dan mengasah perkembangan motorik anak.
“Jadi kalau saya lihat sih sebenarnya bermain lato-lato ini, juga tidak sekedar memberi menggerakkan bola-bola. Tapi juga ada tujuannya juga, misalnya untuk anak-anak itu bisa meningkat dan mengasah motorik anak. Juga kalau dari pada anak-anak bermain gadget, jadi lato-lato ini bisa menjadi alternatif juga. Apalagi ini soalnya lato-lato ini sesuatu yang khas Indonesia, tidak ditemukan di budaya negara lainnya. Kini sesuatu yang bisa juga dimanfaatkan oleh orangtua, untuk bisa memperkenalkan ini lho adalah mainan tradisional Indonesia,” ujar Stefani Virlia, S.Psi., M.Psi, Senin (9/1/2023).
Lato-lato ini merupakan permainan tradisional yang sempat menjadi tren pada tahun 1990-an. Energi berlebih yang dimiliki sang anak bisa disalurkan untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat untuk tumbuh kembang anak. Dengan adanya permainan ini maka anak akan mulai tidak terkonsentrasi pada permainan di HP atau game yang ada di HP.
“Terus ini juga mengajar perkembangan motorik anak, itu kan tidak sekedar menggerakkan bola tapi ada strategi khusus yang mana dia harus menjaga benangnya. Ada strategi khusus, nah ini anak-anak mengembangkan motoriknya. Lato-lato ini juga bisa dimainkan anak-anak kecil, usia dini. Jadi bisa mulai mengembangkan motoriknya. Jadi sekaligus juga untuk bisa belajar berkomunikasi, dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Biasanya lato-lato tidak dimainkan sendiri, tapi juga dimainkan di dalam tim seperti itu. Dan mengajarkan kompetisi secara sehat kepada anak-anak. Jadi banyak manfaat yang didapat lewat permainan lato-lato ini,” jelasnya. (OA)
