Klik Berita:
Surabaya (beritajatim.com) – Dosen Fashion Product Design and Business Universitas Ciputra (FPD UC) Surabaya Janet Toewarang mengajak mahasiswa belajar bersama para pelaku usaha, khususnya di bidang fashion.
Janet menilai, bahwa komunikasi fashion menjadi hal penting dalam dunia usaha, terutama usaha bidang fashion. Menurutnya, fashion bisa dipakai menjadi alat komunikasi. Misalnya seperti fashion sebagai kepentingan, fashion sebagai nilai budaya, dan fashion sebagai citra.
Nah, melihat pentingnya sebuah citra dari brand fashion itu, dirinya ingin mengajak 8 brand fashion lokal ternama untuk masuk di mata kuliah Fashion Communication yang diampunya. Sehingga, mata kuliah ini akan menjadi menarik karena langsung bersinggungan dengan para pelaku usaha fashion.
“Biasanya mata kuliah ini disampaikan dalam paparan teori dan magang. Kali ini dengan kolaborasi langsung akan lebih mendalam hasilnya,” kata Janet ditulis Rabu (14/6/2023).
Menurutnya ini penting bagi mahasiswa untuk bisa terjun kepada real industri. Apalagi, brand fashion yang digandeng mayoritas sudah memiliki nama besar di Jakarta. “Sehingga, secara di industri fashion sudah well-known,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan adanya kolaborasi ini mahasiswa bisa belajar terkait fashion communication, peran public relation, cara branding, promosi, sekaligus membangun networking dengan industri fashion.
“Secara teknis, mahasiswa akan berkelompok dalam kegiatan baik diskusi bersama PIC atau founder atau owner dari brand fashion secara daring bahkan melalui WAG. Dari WAG ini saya bisa ikut memantau perkembangan diskusinya,” imbuhnya.
Adapun 8 brand tersebut antara lain Danjyo Hiyoji, Noore Sport, Day and Night, Frederika, Booka Lingerie, SOLOPUTRI Indonesia, Lungsin, Coma Label. Janet berharap usulan mahasiswa bisa diadopsi oleh brand fashion tersebut.
Sementara Dana Maulana dari Danjyo Hiyoji menyebut metode pembelajaran ini akan mendorong mahasiswa untuk berpikir kreatif. “Mata kuliah ini sangat menarik karena mahasiswa diajak untuk berinteraksi langsung dengan pelaku industry fashion di Indonesia,” sebutnya. [ipl/suf]

