Dosen Universitas Ciputra Surabaya Angkat Budaya Cap Go Meh ke Novel Fantasi gara-gara Rumah Dekat Kelenteng
RADAR SURABAYA – Tradisi dan budaya memang menyimpan banyak cerita yang menarik. Sehingga menulis tentang budaya berarti menggali lapisan-lapisan sejarah, dengan memahami nilai-nilai yang ada dibalik cerita tersebut.
Membutuhkan penelitian dengan waktu yang cukup untuk memahami cerita serta nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi dan budaya tersebut.
Hal ini menarik minat Shienny Megawati Sutanto, yang merupakan dosen Visual Communication Design (VCD) di Universitas Ciputra (UC) Surabaya, untuk mengangkat salah satu tradisi Tionghoa.
Yakni perayaan cap go meh untuk dijadikan dalam sebuah cerita novel yang ia tulis.
Awalnya Shienny hanya mengikuti saja ajakan orang tuanya untuk menikmati lontong cap go meh, dalam setiap perayaannya digelar dua minggu setelah Tahun Baru Imlek.
Hingga akhirnya, perempuan yang merupakan novelis dengan genre fantasi ini membuat sebuah novel tentang cap go meh yang juga dijadikan sebagai bahan disertasinya.
Ia memulai penelitian tentang novelnya pada tahun 2022, tepatnya pada semester ketiga studinya di program doktoral.
Hingga akhirnya rampung pada bulan Juli 2024, dan melaunching novel yang diberi judul “Warisan Dua Dunia” tersebut, bertepatan dengan perayaan cap go meh tahun 2025.

