Sumber : https://jatim.jpnn.com/jatim-terkini/38447/dulu-dibuang-kini-jadi-furnitur-keren-lihat-inovasi-mahasiswi-uc-ini?page=2
Dulu Dibuang, Kini Jadi Furnitur Keren! Lihat Inovasi Mahasiswi UC Ini
10 Juli 2025
jatim.jpnn.com, SURABAYA – Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap limbah industri, mahasiswa Interior Architecture Universitas Ciputra (UC) Adinda Nurfadillah hadir membawa angin segar lewat karya tugas akhirnya.
Adinda merancang satu set kursi ruang tamu berbahan limbah lantai dek polimer dari merek Duma, dan sukses menarik perhatian industri berkat estetika, fungsi, serta nilai keberlanjutannya.
Data KLHK mencatat Indonesia menghasilkan lebih dari 67 juta ton limbah per tahun, dan sebagian besar berupa limbah non-organik industri. Sayangnya, jenis limbah seperti potongan lantai dek polimer masih belum banyak dimanfaatkan secara kreatif. Fakta ini menjadi titik awal gagasan desain Adinda.
“Saya ingin membuktikan desain bisa menjadi solusi, bukan hanya sekadar estetika, tetapi juga menjawab tantangan lingkungan,” ujar Adinda, Kamis (10/7).
Adinda menyusun ulang limbah lantai dek yang tak lolos sortir pabrik menjadi kursi kontemporer bergaya Jengki.
Dia melalui serangkaian proses eksplorasi, eksperimen, hingga pengujian konstruksi dan ergonomi agar karya akhirnya tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga kokoh dan nyaman digunakan.
Dengan pendekatan desain simetris dan ergonomis, potongan-potongan limbah itu disusun menjadi pola artistik yang menjadi kekuatan visual utama dari karyanya. Karya ini tak hanya menyelesaikan masalah desain, tetapi menjadi bentuk nyata kontribusi terhadap pengelolaan limbah padat industri secara berkelanjutan.
Dosen pembimbing Adinda Dr. Sn Tri Noviyanto P. Utomo, S.Sn., M.MT., menyebut karya mahasiswinya sangat layak diapresiasi karena tidak hanya menyelesaikan tugas akademik, tetapi juga membawa semangat keberlanjutan.
“Adinda responsif terhadap isu lingkungan dan mengusung semangat Sustainable Development Goals, khususnya SDGs poin 12, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab,” tuturnya.
Kesuksesan Adinda mencerminkan pendekatan pendidikan di Universitas Ciputra yang menggabungkan creative thinking, entrepreneurial mindset, dan social responsibility dalam proses pembelajaran.
Dr Tommy berharap karya seperti ini bisa membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, dari produksi massal hingga penciptaan ekosistem industri berbasis daur ulang.
“Desain bukan hanya soal bentuk, tapi juga solusi. Kita butuh lebih banyak mahasiswa seperti Adinda yang menjawab tantangan zaman dengan inovasi berkelanjutan,” kata dia.
Karya Adinda bahkan menarik perhatian langsung dari pihak industri. Perwakilan dari Duma menyempatkan diri hadir ke arena pameran di lantai 19 Kampus UC untuk melihat langsung karya Adinda.
“Kami senang limbah kami bisa dimanfaatkan menjadi produk bernilai jual. Ini bukti inovasi bisa menjadi solusi konkret atas persoalan limbah,” ujar perwakilan Duma.(mcr12/jpnn)

