Penulis : F.Rahardi, Pengamat Agribisnis

Saat kita klik di Google dengan kata kunci ‘bibit durian kaki ganda’, akan bermunculan teks dan foto berisi informasi benih durian kaki ganda. Benih durian kaki ganda itu memang berbatang bawah lebih dari satu. Umumnya tiga kaki.

Harga benih durian kaki ganda aneka jenis aneka ukuran, sekitar Rp 100.000-Rp 250.000 per polybag. Sementara harga benih durian biasa aneka jenis aneka ukuran Rp 25.000-Rp 50.000 per polybag. Harga benih durian kaki ganda lebih tinggi, karena memerlukan batang bawah lebih banyak, proses penyambungan dan penyatuan batang bawah juga makan biaya  lebih tinggi.

Menurut para penangkar benih, durian kaki ganda punya dua keunggulan. Pertama tanaman durian lebih kuat karena ditopang kaki ganda. Kedua makanan (nutrisi) lebih terjamin karena disuplai lebih dari satu batang bawah.

Semua benih durian kaki ganda berada dalam polybag, pot atau drum. Karena brada dalam polybag, jaran antar kaki hanya beberapa sentimeter. Akibatnya, saat tanaman sudah besar, “kaki ganda” akan hilang atau hanya tempai sebagai akar ganda yang mencengkeram tanah.

Sebutan kaki ganda bagi benih durian di Indonesia, memang berarti harafiah berupa benih dengan bebeapa batang bawah, tapi masih berada dalam polybag atau pot. Lain halnya dengan di Thailand yang tak pernah menjual benih kaki ganda. Yang ada benih durian biasa, dengan sambungan entres berupa pucuk, bukan mata tunas, setinggi 1,5 meter. Durian kaki ganda Thailand, diciptakan langsung di kebun, bukan di penangkar benih.

Ide durian kaki ganda berasal dari Thailand. Dulu, di negeri ini benih durian monthong. Dengan batang bawah chanee, disambung pendek, kurang dari 50 centimeter. Karena posisi sambungan dekat dengan tanah, tanaman rentan terserang penyakit Phytophtora yang menyerang persis di tempat sambungan. Para penangkar kemudian menyambung benih mereka pada ketinggian paling sedikit 1,5 meter. Serangan Phytophora bisa diminimalkan. Tetapi tetap saja ada satu dua pohon yang terserang penyakit ini justru setelah dewasa dan produktif. Serangan tetap dimulai pada sambungan, yang sekarang berposisi setinggi 1,5 meter.

Petani durian Thailand yang kreatif itu mencari akal. Mereka memasang kaki ganda, umumnya sebanyak tiga batang, sebagai penopang batang utama. Karena posisi sambungan sudah setinggi 1,5 meter, mereka menyambung kaki ganda pada ketinggian 3 meter. Kemiringan batang sambungan 45° dan jarak antar tiga batang sambungan tiga meter.

Batang sambungan diupayakan yang sebesar mungkin. Jika batang durian yang terserang Phytophthora berdiameter 30 sentimeter, batang penopang ini berdiameter 10 sentimeter. Dalam waktu satu sampai dua tahun sambungan akan menyatu, akakr batang penopang juga tumbuh dengan cepat karena mendapat nutrisi dari hasil fotosintesis tanaman utama.

Yang perlu dijaga agar Phytophthora tidak menjalar ke tanaman yang masih sehat. Setelah batang utama mati dan lapuk, tiga matang penyangga sudah cukup kuat berfungsi menggantikannya. Tampaklah kemudian pohon durian yang dengan tiga kaki yang masing-masing berjerak tiga meter, menyatu pada ketinggian tiga meter, dengan bentuk segitiga sama sisi. Kadang ada pula pohon durian yang telah diberi tiga kaki penyangga, tetapi batang utamanya tak jadi mati, hingga sekaligus punya empat kaki.

Di Thailand, tujuan utama pembuatan tiga kaki pada tanaman durian untuk menyelamatkan tanaman dewasa dari serangan Phytophthora. Bukan supaya lebih banyak batang bawah yang menyerap nutrisi dari tanah. Karenanya, jarang sekali petani yang sejak awal sengaja menanam durian dengan tiga kaki. Penangkar tak ada yang sengaja membuat benih durian dengan kaki ganda. Untuk mengatasi serangan Phytophthora, mereka menggunakan varietas batang bawah pilihan. Untuk batang atas monthong, para penangkar menggunakan batang bawah chanee. Entres yang mereka gunakan untuk batang atas, benar-benar dari pohon induk monthong pilihan. Sambungan dibuat dengan entres pucuk pada batang bawah dengan ketinggian minimal 1,5 meter.

 

Penangkar yang curang

Tanpa tahu latar belakang dan tujuan pembuatan kaki ganda pada tanaman durian di Thailand, penangkar benih kita segera menangkap peluang ini. Bagi para penangkar benih kita, durian kaki ganda, kadang bisa sampai 7 atau 8 kaki, merupakan peluang bisnis yang menarik.

Sambungannya pada ketinggian kurang dari 50 sentimeter dan masih dalam polybag  atau pot ukuran kurang dari 50 sentimeter, jejak kaki ganda ini akan hilang. Tapi itu semua tak penting. Sebab bagi penangkar benih durian Indonesia, uang di atas segala-galanya. Durian kaki ganda sampai delapan batang bawah masih tergolong bisnis bermoral.

Di sebuah sentra pembenihan di Jawa, banyak penangkar yang curang. Para penangkar ini akan selalu mengatakan ada, untuk permintaan apa pun. “Apa ada benih durian musang king 1000 pohon pak?” jawabnya ada. Lalu, semua varietas durian diberi label musang king. Ketika proyek bagi-bagi benih ke petani oleh pemerintah sedang marah, batang bawah ini tak pernah sempat di sambung, tetapi diberi keratan sedikit, hingga bekas luka keratan itu seakan menjadi bekas sambungan.

Kejujuran tampaknya masih menjadi barang langka di negeri ini. Pekebun yang dibohongi penangkar, baru akan tahu hasilnya nanti. Paling cepat empat tahun kemudian, pekebun baru tahu bahwa ia telah dibohongi penangkar benih, tapi sudah terlambat. Yang bisa ia lakukan hanyalah menyambung durian mereka dengan batang atas asli.

Di Indonesia, menyambung benih durian pada ketinggian batang bawah 1,5 meter dianggap terlalu lama bagi para penangkar. Bahkan untuk batang bawah pun, para penangkar masih menggunakan batang bawah berupa biji “sapuan”. Ini istilah untuk biji durian, yang diambil dari para pedagang durian tepi jalan. Ini memang cara termurah memperoleh bijim yang akan disemai sebagai batang bawah. Padalah kualitas batang bawah akan ikut menentukan berhasil tidaknya budidaya durian.

Peran pemerintah untuk memperbaiki kinerja penangkar belum tampak. Yang dirilis pemerintah baru sebatas kultivar durian sebagai batang atas. Belum ada satupun kultivar durian yang dirilis pemerintah sebagai batang bawah.

Sumber : Tabloid Kontan 16-22 April 2018