Eksistensi Pasar Turi di Empat Zaman
Radar Surabaya. 19 Januari 2024
MASIH EKSIS: Pasar Turi diperkirakan sudah ada sejak abad 17.
Pasar Turi merupakan pasar legendaris di Surabaya. Pasar ini disebut-sebut sudah ada sejak zaman kolonial. “Pasar Turi memang menjadi pusat berkumpulnya para pedagang. Awalnya penduduk lokal, tapi lama kelamaan banyak pedagang dari berbagai daerah dan etnis yang masuk,” ujar Pustakawan Sejarah Chrisyandi Tri Kartika.
Chris mengatakan, Pasar Turi telah melewati beberapa masa. Mulai era klasik, era kolonial, era kemerdekaan hingga era modernisasi saat ini. Namun tidak bisa dipastikan tanggal dan tahunnya tentang keberadaan awal. “Keberadaannya sudah melewati beberapa masa, tapi nggak bisa ditekankan tanggalnya kapan?. Karena sejak dari zaman dulu sudah ada,” kata Chrisyandi.
Bahkan, di Pasar Turi dulu juga menjadi tempat berkumpulnya para warga Surabaya di era kemerdekaan. “Dulu sempat digunakan tempat rapat di era kemerdekaan, seperti di lapangan Ikada (Monas) Jakarta dulu,” terangnya.
Ia menyebut, Pasar Turi sempat terbakar beberapa kali. Pertama kalinya di tahun 1950. Pasar Turi juga menjadi sasaran amuk tentara Inggris saat agresi militernya. Pasukan Inggris, Gurkha dan Nica kerap membombardir Pasar Turi dengan mortir. Kemudian terbakar lagi di tahun 1969, 1978, 2002 dan 2007.
Tanggal 9 September 2007 gedung Pasar Turi tinggal menyisakan satu gedung, yaitu Pasar Turi tahap III. Setelah terbakarnya Pasar Turi tahap I, II, dan III 2007 silam, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membangunkan tempat penampungan sementara (TPS) berupa bangunan triplek dua lantai yang melingkari kawasan Pasar Turi.
Sementara itu, Pemerhati Sejarah Nur Setiawan mengatakan, Pasar Turi sudah ada sejak abad 17. Pasar Turi berada di sisi Barat keraton Surabaya dan sebagai tempat masyarakat keraton berbelanja kebutuhan sehari-hari. (mus/nur)

