Selain cinta dan kehangatan, ada hal lain yang kita butuhkan untuk membuat rumah menjadi hunian yang nyaman. Furnitur yang merepresentasikan gaya dan karakter pemilik rumah. Perabot yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memberi “napas” pada tiap-tiap ruang.

Lebih dari seabad silam, perusahaan furnitur Bernhardt mulai mengisi ruang pada rumah-rumah di Carolina Utara, Amerika Serikat. Ini bermula dari tekad pendirinya, John Bernhardt. Suatu hari, ia menatap gergaji meiliknya dan memutuskan membeli kayu. Bakat menukang dan selera desainnya yang tinggi menuntunya untuk mendirikan untuk perusahaan perabot pada 1889. Setelah konsisten memproduksi furnitur, perushaan ini memperluas distribusinya.

Kini, produk Bernhardt bis ditemukan pada banyak rumah, perkantoran, hotel, dan universitas di berbagai kota di dunia. Pada bermacam segmen pasar, profduk-produk Bernhardt memperoleh penghargaan karena desainnya. Berhardt mengembangkan sejumlah gaya untuk furniturnya, antara lain glamorous transitional, neotradisional, trandisioanl rustik, dan elestik.

Gaya glamorous transitional memeperlihatkan pergeseran dari yang klasik ke wajah baru. Sebagai perushaan yang sudah beroperasi lebih dari 125 tahun, banyak orang mengasosiakan Bernhardt dengan gaya yang kalsik dan tradisional. Bernhardt memang masih garap ini, tetapi juga sekaliguis menawarkan desain-desain yang segar. Dengan pemulas akhir seperti caviar finish dan white-peral finish furnitur Bernhadt memperlihatkan tampilan yang modern dan glamor pada saat bersamaan.

Neotradisional diinspirasi gaya Eropa lama, dengan bentuk0bentuk yang subtil. Furnitur bergaya neotradisional memiliki karakteristik antara lain, tampak formal tetapi yang nyaman digunakan, memiliki sentuhan-sentuhan personal, dan biasanya s=berskala besar sehingga cocok untuk ruang bergaya klasik. Untuk gaya ini, Bernhardt kerap menggunakan material kayu oak putih dan kayu lapis dengan finishing lapisan kasmir abu-abu.

Bernhardt juga mengakomodasi gaya tradisional rustik yang sekarang kian digemari. Menonjolkan warna dan tekstur-tekstur alam, gaya ini mudah berbaur dengan lingkungan sekitar. Untuk perabot ini, Bernhardt banyak mengeksporasi penggunanaan kayu oak putih dan kayu lapis dengan finishing gandum dan daun tembakau.

Sementara itu, furnitur bergaya elektif dirancang dari bentuk-bentuk klasih dengan tampilan yang lebih modern. Gaya ini mencari perpaduan yang pas antara warna, teksatur, bentuk, dan sentuhan akhir.

Bagi Bernhardt, furnitur bukan sekadae produk massal. Setiap perabotnya adlah karya, hasil eksplorasi dan perancangan yang sungguh-sungguh. Pengisi ruangan yang sekaligus karya seni. */NOV]

Sumber: Kompas. 24 November 2017. Hal 37 001