Empaskan Lemak dalam Sebulan, Kurang Cocok bagi Obesitas

19 Juli 2024. Hal. 24

SURABAYA – Berbagai cara telah dilakukan, tapi lemak di tubuh masih susah hilang. Selain dengan mengatur pola hidup yang lebih sehat, salah satu jenis perawatan yang bisa dilakukan untuk menghempaskan lemak adalah cryolipolysis.

Jenis perawatan non-surgery itu belakangan ini kian diminati masyarakat Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan. “Sebenarnya teknologinya ada di sini sejak sekitar setahun lalu, tapi beberapa bulan terakhir semakin ramai, terutama di Surabaya,” kata dr Stefani M.MBiomed (AAM) kpeada Jawa Pos Rabu (17/7).

Prosedur tanpa Anestesi

Proses cryolipolysis terbilang cepat. Pasien tidak perlu diantestesi lantaran alatnya tidak menimbulkan rasa sakit. Area yang berlemak dilapisi membran khusus terlebih dulu, lalu “disedot” dengan alat cryolipolysis.

Alat itu bekerja dengan “membekukan” lemak dengan suhu -5 derajat Celcius selama 35 menit. “Karena suhu itu, sel lemak akan mati, lalu dibuang melalui keringat dan urine,” katanya. Seluruh area tubuh yang berlemak bisa disasar dengan cryolipolysis.

Namun Stefani menuturkan, ketebalan lemaknya minimal 22 mm. Area tubuh yang paling sering dituju adalah perut, paha, lengan, dan double chin. Saat proses perawatan, pasien akan merasa sedikit ngilu selama sepuluh menit. “Setelah itu, akan matirasa,” ujar owner Luminaire Aesthetic Clinic tersebut.

Perawatan Bisa Diulang Sesuai Keinginan

Tidak ada bekas luka yang ditimbulkan, tapi hanya kemerahan yang akan hilang dalam hitungan menit. Stefani mengklaim bahwa cryolipolysis akan mengurangi 20 persen lemak dalam waktu satu bulan pasca-treatment. Perawatan itu bisa diulang hingga lemak berkurang sesuai keinginan. “Biasanya tiga atau empat kali perawatan, orang sudah cukup puas,” katanya. (adn/c7/tia)

Sumber: Jawa Pos