Empat Mahasiswa Fashion Memahami Makna Cinta

Jawa Pos. 10 Februari 2023. Hal. 20

SURABAYA – Februari biasa diperingati sebagai Bulan Kasih Sayang. Karena ada Hari Valentine di dalamnya. Lewat perayaan tersebut, empat mahasiswa Universitas Ciputra membuat pesan tersendiri soal memaknai apa itu Hari Kasih Sayang. Mereka menyampai kan pesan tersebut lewat desain fashion berjudul Adapt.

Nama yang diambil dari kata adaptation itu punya makna bahwa setiap manusia harus bisa beradaptasi untuk meraih kebahagiaan. Meski kebahagiaan tersebut tidak pasti datangnya sesuai dengan ekspektasi. Itu yang tengah dikritisi empat maha- siswa fashion product design and business (FPD) semester VI tersebut. Mereka adalah Gwyneth Patricia, Devine Adriella, Michella Jovita, dan Angeline Lesmana.

Lewat desain yang dibuat dengan dominasi warna merah dan hitam itu, mereka memaparkan bahwa
konsep desainnya adalah kisah cinta seseorang yang tidak selalu berjalan mulus. “Jadi, dalam suatu hubungan itu pasti nggak selalu senang terus. Adakalanya akan adamasa sedih karena ada banyak permasalahan. Yang kemudian bisa sampai berujung putus,” terang Devine mewakili teman-temannya saat dihubungi kemarin (9/2).

Meski hal tersebut menyakitkan, itu bukanlah akhir dari segalanya. “Bisa saja itu justru jadi awal kebahagiaan yang tertunda. Jadi pesannya, kita tidak boleh putus
asa hanya karena cinta,” imbuhnya. Hal yang sama disampaikan Gwyneth. Dia dan tim sangat prihatin akan banyaknya berita soal remaja yang putus asa karena putus cinta.

“Lewat karya ini, saya juga menyisipkan harapan agar remaja dan anak-anak muda mampu beradaptasi dengan kondisi yang buruk sekalipun. Bisa survive, bahkan mampu menyikapi masalah dengan baik,” terangnya.

Marini Yunita Tansil BComDes MFashion, kepala Program Studi FPD UC, menambahkan bahwa berkreasi dengan membawa pesan yang dekat dengan keadaan sekarang bisa menjadi cara yang positif.

Terlebih untuk memaknai Hari Valentine yang sebentar lagi tiba. “Memang adakalanya indah yang dibayangkan tidak terjadi sehingga muncul sedih dan kecewa. Lewat desain ini, mereka ingin mendo- rong mereka yang tengah ber- juang untuk survive dari keke- cewaan yang terjadi,” tambah Marini.(ama/c19/tia)