DESTINASI Eropa Barat masih terus menjadi promadona dalam peta jalur wisatawan asal Indonesia. Menyusurinya, waktu kadang seolah berhenti dengan sudut-sudutnya yang bernilai sejarah tinggi. Semua itu bersanding dengan derap modernitas dan keindahan alamnya yang selalu menimbulkan rindu untuk kembali lagi.

Musim semi menjadi salah satu momen utama yang dicari untuk menjelajahi Eropa Barat. Salah satu alasannya, tak lain karena adanya Keukenhof, pameran bunga tulip tahunan terbesar di dunia, yang rutin diselenggarakan di Lisse, kota kecil di selatan Amsterdam, Belanda. Tahun ini, Keukenhof berlangsung selama 22 Maret hingga 13 Mei 2018. Lebih dari ribuan jenis bunga tulip akan mekar pada musim semi kali ini di atas lahan seluas 32 hektar.

Perjalanan ke Amsterdam pun biasanya dilengkapi menuju kota nelayan Volendam untuk foto “wajib” dengan pakaian tradisional Belanda. Bisa juga menuju Zaanse Schans yang terkenal dengan kincir anginnya, melihat pembuatan keju dan klompen (sepatu kayu), serta semua produk khas Belanda. Kenali Amsterdam lebih jauh dengan mengunjungi Dam Square, pabrik pengasahan berlian, dan menelusuri kanal-kanal kota.

Dari belanda, perjalanan dilanjutkan menuju Brussels, Belgia, dan menyembangi ikon-ikon legendaris, seperti Manneken Pis, kota tua, dan Atomium Brussels.

Sehari di Brussels, rute berlanjut menuju Paris. Belum afdal jika tak menyempatkan diri berbelanja di kota mode dunia ini sehinggga Marne La Valle, salah satu outlet terkenal di Paris, bisa menjadi pemberhentian wajib. Selain itu, tentu saja menyambangi Menara Eiffel atau menuju Menara Montparnasse yang juga menawarkan panorama kota Paris dari ketinggian.

Rasakan aura kemegahan dan kemewahan kala berjalan-jalan di area Champs Elysees yang dipenuhi jajaran kafe, teater, dan toko barang mewah sambil menilik ikon-ikon bersejarah. Salah satunya, Grand Palais yang berdiri sejak 1897 dengan seni arsitektur yang begitu indah dan Petit Palais, sebuah museum seni yang berdiri sejak 1900.

Champs Elysees Avenue menghubungkan Place De La Concorde Square, alun-alun bersejarah yang dirancang sejak 1755 dengan Placa Charles de Gaulle tempat Arc de Triomphe berada. Champs Elysees juga terhubung dengan Les Invalides dan Menawa Eiffel berkat jembatan Pont Alexandre III yang membentang di atas Sungai Seine. Les Invalides merupakan kompleks bangunan yang diinisiasi oleh Louis XIV pada 1670 dan kini terdiri atas museum dan monumen yang terkait dengan sejarah militer Perancis. Di sini pulalah Napoleon Bonaparte dimakamkan.

Susuri Sungai Seine untuk menikmati sisi lain keindahan Paris dan tutup perjalanan di kota ini dengan menyaksikan pertunjukan Lido Cabaret Show. Dari Paris, perjalanan biasa dilanjutkan menuju negara penghasil jam tangan terbesar, yakni Swiss.

Zurich, sang ibu kota, memberi pengalaman unik berjalan-jalan menuju Engelberg untuk mengunjungi gunung salju abadi Mount Titlis. Nikmati keindahannya dengan menggunakan kereta kabel dari ketinggian 3.020 meter di atas permukaan laut. Keindahan alam lain yang ditawarkan adalah relief batu Lion Moniment yang dipahat oleh Lukas Ahorn pada 1820-1821 untuk memperingati para tentara Swiss Guard yang dibantai pada saat Revolusi Perancis 1792.

Dari Swiss, Italia menjadi lompatan selanjutnya. Tak hanya melihat langsung salah satu keajaiban dunia menara piring Pisa, Anda juga diajak berkeliling Roma dan mereguk setiap keindahan berbalut nilai historis tinggi di berbagai penjuru. Gereja terbesar di dunia Basilika St Petrus, Roman Forum, Colosseum yang merupakan stadion pertarungan gladiator pada masa Romawi Kuno, air mancur Trevi, Piazza Vanezia, dan Moniment Victor Emmanuel II adalah beberapa di antaranya.

Rute selanjutnya adalah Venesia untuk melihat St Mark’s Square dan katedral, Bridge of Sigh, Doge’s Palace, dan masih banyak lagi. Perjalanan 12 hari mengelilingi Eropa Barat ini biasa diakhiri di Milan, yang juga menjadi pusat mode dunia. Biro perjalanan Golden Rama menawarkan dua rute alternatif perjalanan berkeliling Eropa Barat, dengan menggunakan Qatar Airways melalui Doha dan Turkish Airways dengan melalui Istanbul. [*/ADT]

Sumber : Kompas 8 Febuari 2018 Hal 11