Sumber:https://www.infosurabaya.com/fk-unusa-fk-uc-dan-fk-uht-kompak-luncurkan-9-ppds-dukung-percepatan-pemerataan-dokter-spesialis-nasional/

FK Unusa, FK UC, dan FK UHT Kompak Luncurkan 9 PPDS, Dukung Percepatan Pemerataan Dokter Spesialis Nasional

22 Februari 2026

infoSurabaya.com- Tiga perguruan tinggi yakni Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya ( UNUSA), Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Ciputra Surabaya (UC), serta Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Hang Tuah Surabaya (UHT) secara bersama meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), Sabtu (21/2) siang di Kampus B Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.

Ada sembilan PPDS baru diluncurkan masing masing FK UNUSA dengan dua PPDS, FK UC dengan dua PPDS, serta FK UHT Surabaya dengan lima PPDS. Sembilan program baru ini, menjadi kontribusi nyata daerah, dalam mempercepat ketersediaan dokter spesialis dan memperluas akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mempercepat pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di berbagai daerah. Untuk menjawab kekurangan dokter spesialis dalam jumlah besar, baik dari sisi kebutuhan nasional maupun pemerataan distribusi. Keterbatasan tenaga spesialis berdampak pada antrean layanan panjang, keterlambatan penanganan kasus kritis, serta ketimpangan akses kesehatan antara kota besar dan daerah.

Kemdiktisaintek sepanjang 2025–2026, mentargetkan pembukaan sekitar 156–160 program baru, sehingga total program PPDS nasional meningkat menjadi lebih dari 500 program.

Dalam sambutannya, Kemdiktisaintek Khairul Munadi menyatakan pembukaan ratusan PPDS baru secara nasional merupakan bagian strategi percepatan pemenuhan dokter spesialis dan pemerataan layanan kesehatan. Dengan peningkatan kapasitas pendidikan hingga sekitar 8.600 residen baru per tahun, pemerintah menargetkan pengurangan ketimpangan layanan spesialis di berbagai wilayah Indonesia.

Data resmi Kemdiktisaintek tahun 2025 mencatat pemerintah menargetkan pembukaan sekitar 148 prodi PPDS baru di 57 fakultas kedokteran. Realisasinya mencapai 156–160 prodi baru, terdiri atas sekitar 126–128 prodi dokter spesialis dan 30–32 prodi subspesialis. Dengan tambahan tersebut, total prodi PPDS nasional meningkat dari 366 menjadi sekitar 526 program.

Khairul menegaskan, berbagai kajian menunjukkan Indonesia masih membutuhkan puluhan ribu dokter spesialis tambahan agar rasio layanan kesehatan ideal dapat tercapai dan menjangkau seluruh wilayah secara merata.

Sementara itu, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya yang menaungi Unusa, Prof Dr Ir Mohammad Nuh, menyebut peluncuran bersama PPDS ini sebagai langkah strategis dan bersejarah dalam memperkuat kapasitas layanan kesehatan nasional.

Menurutnya, kolaborasi antara Unusa, Universitas Ciputra Surabaya, dan Universitas Hang Tuah Surabaya menegaskan peran sentral perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan strategis bangsa, mulai dari spesialis kesehatan ibu dan anak, bedah, penyakit jantung, hingga perawatan intensif.

“Melalui pembukaan sembilan program PPDS ini, kami berkomitmen mempercepat pemenuhan tenaga dokter spesialis yang kompeten, beretika, dan siap mengabdi di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi ini bukan sekadar penambahan program pendidikan, tetapi gerakan bersama memperkuat sistem kesehatan nasional melalui dukungan rumah sakit pendidikan dan jejaring layanan kesehatan.

Langkah tiga FK di Surabaya ini diharapkan menjadi model sinergi antar institusi pendidikan kedokteran di Indonesia, sekaligus mendukung agenda transformasi kesehatan nasional dan pembangunan sumber daya manusia unggul.

Peluncuran bersama tersebut dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof Dr Khairul Munadi ST MEng, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, para ketua yayasan, rektor, dekan dari tiga perguruan tinggi, serta dekan fakultas kedokteran pembina dari Universitas Airlangga dan Universitas Sebelas Maret.(bro)