FK Unusa, UC, dan UHT Buka PPDS Baru, Percepat Pemenuhan Dokter Spesialis
22 Februari 2026
SURABAYA.SUARAMERDEKA.COM – Tiga Fakultas Kedokteran (FK) di Surabaya resmi mengenalkan sembilan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Ketiga FK tersebut, yakni dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Universitas Ciputra (UC), dan Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya.
Langkah kolektif ini untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis yang masih sangat minim di tingkat nasional.
Pengenalan yang dipusatkan di Kampus Unusa ini selaras dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Pemerintah memacu pembukaan 160 program studi (prodi) spesialis baru untuk mengejar target total 526 program di seluruh Indonesia pada 2026.
Ketiga kampus tersebut berkolaborasi dalam inisiatif strategis ini. Ketiganya masing-masing membuka prodi spesialis mulai dari bedah, jantung, anak, hingga obstetri dan ginekologi.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendiktisaintek Prof Dr Khairul Munadi ST MEng mengatakan, Indonesia masih membutuhkan puluhan ribu dokter spesialis tambahan. Peningkatan kapasitas hingga 8.600 residen baru per tahun menjadi strategi utama menghapus ketimpangan akses layanan kesehatan antarwilayah.
“Data Kemdiktisaintek menunjukkan realisasi prodi baru kini mencapai 160 unit di 57 fakultas kedokteran. Penambahan ini mendongkrak jumlah prodi PPDS nasional secara signifikan dari angka semula yang hanya berjumlah 366 prodi,” ujarnya saat ditemui Suara Merdeka Surabaya di lantai 8 Unusa Tower Surabaya.
Unusa kini mengelola spesialis obstetri dan pulmonologi. Universitas Ciputra (UC) mengoperasikan prodi obstetri dan bedah. Sedangkan, Universitas Hang Tuah (UHT) menambah lima prodi, yakni spesialis anak, jantung, hingga anestesiologi dan terapi intensif.
Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS) Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA menegaskan, kolaborasi ini sebagai langkah bersejarah bagi bangsa. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran sentral dalam menjawab kebutuhan tenaga medis pada bidang-bidang kesehatan yang krusial.
“Melalui pembukaan sembilan program PPDS ini, kami berkomitmen mempercepat pemenuhan tenaga dokter spesialis yang kompeten. Mereka disiapkan untuk mengabdi secara merata di seluruh wilayah Indonesia,” tegasnya.
Sembilan prodi baru ini diharapkan mampu memangkas antrean layanan medis yang selama ini membebani masyarakat. Dukungan jejaring rumah sakit pendidikan telah disiapkan untuk mencetak dokter spesialis yang unggul secara klinis dan adaptif.

