Berawal dari project dari dosen, ketiga mahasiswi Jurusan Visual Communication Design semester 5 menelurkan sebuah karya yang mengadaptasi kebudayaan Indonesia menjadi sebuah buku dongeng anak berjudul “Destiny’s Calling”. Mereka adalah Patricia Juarsa (0206041810053), Azhari Almirana (0206041810057), dan Jessica Bryanna Stanley (0206041810061). Ketiganya berperan sebagai penulis cerita dan illustrator.

Buku ini merupakan cerita fiksi yang terinspirasi dari cerita budaya Panji dan beragam artefak budaya majapahit yang dipamerkan di dalam Museum Pusat Kajian Budaya Kreatif UC di Perpustakaan Universitas Ciputra Surabaya. Melalui buku ini, para penulis membuktikan bahwa penciptaan suatu bentuk budaya kontemporer yang mengangkat nilai-nilai luhur budaya masa lalu adalah salah satu cara untuk turut melestarikan budaya Indonesia secara inovatif dan bertanggung jawab. UC Library berkesempatan untuk berbincang dengan para penulis buku ini.

 

Bagaimana proses pembuatan buku Destiny’s Calling?

Patricia Juarsa: Pada awalnya kita bingung, mau membuat cerita Panji itu bagaimana. Soalnya baru di semester itu kita baru tau apa sih sebenernya budaya Panji itu. Nah bener-bener gak tau. Nah kita beritiga kan suka budaya Jepang ya, jadi kita mau membuat campuran antar genre, dari manga atau anime, kita jadikan inspirasi juga untuk buku kita. Ada percampurannya seperti itu. Budaya Indonesia dan Jepang.

 

Bagaimana kalian menentukan karakter-karakter yang ada di buku Destiny’s Calling?

Patricia Juarsa: Waktu awal mata kuliah, kita diajak untuk ke Museum di UC Library. Jadi kita dapat inspirasi dari sana, selain itu juga cari referensi dari internet tentang budaya Panji, misal dari era Majapahit aksesoris yang dipakai seperti apa, pakaiannya seperti apa. Karakter-karakternya kita ambil referensi dari patung-patung di Candi Jago. Kita mencari karakter dari museum yang ada di UC Library yang sesuai dengan tema dan karakter yang akan kita buat.

Jessica Bryanna Stanley: Sempat kita research juga dari buku-buku di UC Library juga. Lebih banyak kita ke museum.

 

Pesan apa yang mau kalian sampaikan dari buku ini?

J:  Pesan utamanya dari buku Destiny’s Calling ini jangan egois. Disampaikan dari pengalaman karakter Rira.

 

Menurut kalian seberapa penting peran budaya untuk seorang designer?

Patricia Juarsa: Sebagai illustrator dan designer kita itu jarang research tentang budaya, budaya Panji, jaman Majapahit. Nah ini kesempatan yang eye-opening buat kami dan ternyata menarik juga mengetahui budaya Indonesia. Banyak sebelumnya belum pernah kita tau.

Azhari Almirana: Iya, bener. Ini benar-benar eye-opening untuk aku juga. Soalnya aku kan lebih sering terekspos sama media luar dan budaya-budaya dari luar. Jadi jarang melihat representasinya Indonesia, kayaknya dikit banget gitu. Dan jarang kartun-kartun gitu. I think it’s important.

Jessica Bryanna Stanley: Penting, dari budaya. Terlebih dari cerita Panji, saya belajar tentang kepahlawanan, kejujuran dan bijaksana.

 

Proses yang paling menyenangkan dari pembuatan dari buku ini?

Azhari Almirana: Kalau aku sih waktu mengerjakan karakter Ucup di buku cerita ini.

Patricia Juarsa: Iya, membuat karakter Ucup itu menyenangkan. Inspirasinya dari Museum di UC Library, ada topeng yang lucu banget gitu, kebetulan mau bikin karakter sidekick kayak comedy relief gitu kan. Nah akhirnya saya tambahkan kaki, jadilah karakter Ucup ini.

Jessica Bryanna Stanley: Membuat alur cerita dari Ucup itu juga menyenangkan.

Apakah pendapat kalian dengan adanya Museum di UC Library?

Azhari Almirana: Kita sangat terbantu, untuk menunjukkan exposure visualnya untuk kita illustrator. Apalagi lokasi dekat dengan kita, tidak perlu ke Candi nya langsung. Jadi sangat memudahkan kita mencari inspirasi. Masa waktu kuliah kita ke Candi hehehe, kan jauh.

Jessica Bryanna Stanley: Aku juga merasa sangat terbantu karena jadi banyak terbantu.

Patricia Juarsa: Kita sangat terbantu dengan adanya Museum di UC Library, karena cerita kami inspirasi terbesarnya dari sana. Dari kunjungan ke museum yang ada di Library.

 

Ada pesan-pesan untuk teman-teman UC People yang ingin berkarya seperti kalian?

Patricia Juarsa: Carilah referensi sebanyak mungkin. Di UC Library atau mungkin nanti waktu COVID-19 sudah tidak ada, bisa berkunjung ke Museum juga ya. Karena sumber inspirasinya banyak sekali pasti. Lihat media-media yang baru juga, karena banyak juga cerita-cerita lama yang diangkat kembali, seperti cerita Majapahit. Dari sana juga kita bisa cari inspirasi. Karena banyak cerita dari wayang atau dari prasasti banyak yang belum diangkat. Mungkin kita sebagai designer atau illustrator bisa membawa cerita itu untuk generasi muda. Dikemas lebih menarik dan modern supaya lebih mudah dicerna.

Azhari Almirana: Untuk teman-teman yang mau mengangkat cerita kebudayaan Indonesia, lebih banyak menggali informasi seputar kebudayaan leluhur, karena banyak cerita-cerita budaya yang belum tersekpos.

Jessica Bryanna Stanley: Carilah banyak referensi. Banyak membaca untuk banyak tau berbagai alur cerita.

 

Bagaimana pendapat kalian tentang koleksi di Museum di UC Library.

Patricia Juarsa: Sejauh ini Museum di UC Library sangat baik. Koleksi artefaknya banyak yang sudah bisa dilihat. Kayaknya kalau ditambahin lagi koleksinya makin oke nih hehehehe

Azhari Almirana: Iya, koleksinya ditambahkan jadi makin banyak.

Jessica Bryanna Stanley: Iya diperluas juga museumnya hehehe.

 

 

Destiny’s Calling at UC Library (Call No.398.209598 JUA d)

Bercerita tentang Rira, anak yang pintar namun egois. Suatu hari, secara tidak sengaja ia menjatuhkan sebuah keris peninggalan keluarganya. Saat Rira mengambil dan membuka keris tersebut, tiba-tiba Rira terseret ke masa lalu.